
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kekurangan pendanaan menghambat operasi kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki sehingga memperburuk kondisi warga sipil di Gaza dan Tepi Barat.
Wakil juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq mengatakan permohonan bantuan kemanusiaan tahun 2026 senilai lebih dari 4 miliar dolar AS untuk hampir tiga juta warga baru terpenuhi 12 persen.
“Permohonan bantuan tahun 2026, yang menargetkan dana lebih dari 4 miliar dolar AS untuk membantu hampir tiga juta orang di seluruh Gaza dan Tepi Barat, saat ini baru terpenuhi 12 persen,” kata Haq dalam konferensi pers harian PBB, Senin (18/5).
Bantuan Pangan Menurun Drastis
Farhan Haq mengungkapkan salah satu dampak paling nyata dari kekurangan dana terjadi pada bantuan pangan di Gaza.
Menurut dia, PBB dan mitra kemanusiaan saat ini hanya mampu menyediakan sekitar satu juta porsi makanan per hari untuk warga Gaza.
Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 1,8 juta porsi makanan per hari.
Selain masalah pendanaan, operasi kemanusiaan juga terkendala sulitnya memasukkan suku cadang penting, generator cadangan, peralatan, bahan bakar, dan oli mesin ke wilayah Gaza.
PBB juga menyoroti hambatan pergerakan akibat kerusakan infrastruktur dan pembatasan operasional terhadap mitra kemanusiaan di lapangan.
Pengungsian Warga Gaza Terus Bertambah
Operasi militer di Gaza disebut masih berdampak besar terhadap warga sipil.
Selama akhir pekan, mitra PBB mencatat lebih dari 150 keluarga mengungsi dari wilayah timur Khan Younis dan Gaza City akibat pergerakan tank dan pengeboman.
Sebagian besar dari 2,1 juta penduduk Gaza hingga kini masih hidup dalam kondisi pengungsian yang memprihatinkan.
"Warga sipil harus selalu dilindungi, dan ini termasuk mengizinkan mereka pindah ke tempat yang lebih aman di mana kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi," ujar Haq.
PBB juga menegaskan warga sipil harus diizinkan kembali secara sukarela ke tempat tinggal mereka ketika situasi memungkinkan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





