
Pantau - Presiden China Xi Jinping menyerukan kerja sama strategis jangka panjang dengan Rusia untuk membangun sistem tata kelola global baru yang lebih adil dan setara saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing, Rabu.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global dan hubungan yang semakin erat antara China dan Rusia.
Xi mengatakan situasi dunia saat ini semakin kompleks dan bergejolak akibat meningkatnya hegemoni sepihak di berbagai kawasan.
“Perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia,” ungkap Xi seperti dikutip kantor berita Xinhua.
Ia juga meminta penguatan koordinasi strategis antara China dan Rusia untuk mendorong pembangunan kedua negara.
Hubungan China-Rusia Disebut Semakin Erat
Xi menilai hubungan bilateral China dan Rusia terus menguat melalui peningkatan kepercayaan politik dan kerja sama strategis di berbagai sektor.
Menurut dia, kedua negara juga memiliki komitmen bersama dalam menjaga keadilan dan kesetaraan internasional.
Kunjungan Putin ke China berlangsung selama dua hari dan dimulai sejak Selasa, beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelesaikan kunjungan diplomatiknya.
Pertemuan Xi dan Putin juga bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Bertetangga antara China dan Rusia.
Perjanjian Kerja Sama China-Rusia Diperpanjang
Perjanjian yang pertama kali ditandatangani pada 2001 oleh Vladimir Putin dan Presiden China saat itu Jiang Zemin resmi diperpanjang pada Rabu.
Kedua negara disebut terus memperkuat hubungan strategis di tengah perubahan tatanan global dan meningkatnya persaingan geopolitik internasional.
Pertemuan Xi dan Putin juga menjadi sorotan dunia karena berlangsung di tengah pembahasan isu multipolar dan upaya membangun keseimbangan baru dalam tata kelola global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





