
Pantau - Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan, wilayah timur, dan pinggiran selatan Beirut mencapai 3.073 orang sejak 2 Maret 2026.
Dalam pernyataan resmi pada Rabu (20/5), Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan sebanyak 9.362 orang lainnya mengalami luka-luka akibat agresi tersebut.
“Jumlah total korban agresi sejak 2 Maret hingga 20 Mei sebanyak 3.073 korban tewas dan 9.362 korban luka,” demikian pernyataan Kemenkes Lebanon.
Kementerian menyebutkan sebanyak 53 orang tewas dan 83 lainnya terluka hanya dalam dua hari terakhir akibat serangan Israel yang terus berlangsung.
Gencatan Senjata Masih Berlangsung
Meski gencatan senjata resmi antara Lebanon dan Israel masih berlaku, serangan udara dan artileri Israel dilaporkan terus menghantam sejumlah wilayah di Lebanon setiap hari.
Kelompok Hizbullah Lebanon juga melakukan serangan balasan terhadap pasukan Israel di kawasan perbatasan.
Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) berulang kali menuduh Hizbullah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati kedua pihak.
Konflik Belum Mereda
Situasi keamanan di kawasan perbatasan Lebanon-Israel masih memanas di tengah belum adanya kesepakatan permanen untuk menghentikan konflik.
Serangan yang terus berlangsung memicu meningkatnya korban sipil dan kerusakan di sejumlah wilayah Lebanon.
Laporan ini disampaikan berdasarkan sumber dari Sputnik dan RIA Novosti.
- Penulis :
- Aditya Yohan





