HOME  ⁄  Geopolitik

WHO Tegaskan Wabah Ebola di Afrika Bukan Darurat Pandemi Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

WHO Tegaskan Wabah Ebola di Afrika Bukan Darurat Pandemi Global
Foto: (Sumber : Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus . ANTARA/Xinhua..)

Pantau - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo dan Uganda bukan merupakan darurat pandemi global meski risiko epidemi dinilai tinggi di tingkat nasional dan regional.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan situasi Ebola saat ini masih berstatus Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

“Risiko epidemi Ebola tinggi di tingkat nasional dan regional, dan rendah di tingkat global,” ujar Tedros dalam konferensi pers di Jenewa, Rabu (20/5).

Tedros menjelaskan Komite Darurat WHO telah menggelar pertemuan pada Selasa (19/5) dan menyepakati bahwa wabah Ebola di RD Kongo dan Uganda belum masuk kategori darurat pandemi.

Kasus Ebola Terus Bertambah

WHO mencatat hingga saat ini terdapat 51 kasus Ebola terkonfirmasi di provinsi Ituri dan Kivu Utara di RD Kongo.

Selain kasus terkonfirmasi, WHO juga mencatat hampir 600 kasus suspek dan 139 kematian suspek akibat wabah tersebut.

Tedros mengungkapkan jumlah kasus diperkirakan masih akan terus meningkat karena virus telah menyebar cukup lama sebelum wabah berhasil terdeteksi.

“WHO memperkirakan jumlah tersebut akan terus meningkat,” ungkapnya.

WHO Tambah Dana Darurat

WHO juga melaporkan Uganda telah mengonfirmasi dua kasus Ebola di ibu kota Kampala, termasuk satu kasus kematian.

Kasus tersebut melibatkan dua orang yang melakukan perjalanan dari RD Kongo ke Uganda.

Tedros menambahkan seorang warga negara Amerika Serikat yang bekerja di RD Kongo juga dinyatakan positif Ebola.

WHO telah mengerahkan personel, pasokan medis, peralatan, dan dana untuk membantu otoritas kesehatan di kedua negara menangani wabah tersebut.

Tedros mengatakan dirinya telah menyetujui tambahan dana darurat sebesar 3,4 juta dolar Amerika Serikat sehingga total bantuan WHO mencapai 3,9 juta dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf