HOME  ⁄  Nasional

Baznas dan UNFPA Jajaki Kolaborasi Pencegahan Kekerasan serta Risiko Sosial di Pesantren

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Baznas dan UNFPA Jajaki Kolaborasi Pencegahan Kekerasan serta Risiko Sosial di Pesantren
Foto: (Sumber : Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Sodik Mudjahid (kiri) bersama Assistant Representative, United Nations Population Fund (UNFPA) Verania Andria (kanan) dalam audiensi di Kantor Pusat Baznas RI, Jakarta, Senin (18/5/2026). ANTARA/HO-Baznas RI..)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama United Nations Population Fund (UNFPA) membuka peluang kerja sama dalam program pencegahan risiko sosial di lingkungan pesantren guna membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan terlindungi dari kekerasan serta pergaulan bebas.

Fokus Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung dalam audiensi antara Baznas RI dan UNFPA di Kantor Pusat Baznas RI, Jakarta, pada 18 Mei 2026.

Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan ialah Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) yang akan disesuaikan dengan nilai agama dan budaya Indonesia.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menilai program tersebut penting untuk mencegah kekerasan seksual dan perilaku seks bebas di kalangan remaja.

"Kami menganggap ini sangat penting, karena bagian dari kesehatan reproduksi itu adalah mencegah dari kekerasan, bagaimana memasukkan nilai-nilai budaya setempat di dalam proses tersebut. Dan juga adalah mencegah seks bebas, membangun keluarga yang dalam bahasa agama adalah keluarga sakinah," ungkap Sodik.

Sodik menyebut program yang diusulkan UNFPA sejalan dengan fokus Baznas di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan masyarakat duafa.

Dukungan untuk Kesehatan Ibu dan Anak

Selain menyasar remaja di pesantren dan madrasah, rencana kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk membantu menekan angka kematian ibu dan bayi di masyarakat kurang mampu.

Baznas berkomitmen mendukung program tersebut melalui pendayagunaan dana zakat agar kelompok fakir miskin memperoleh akses perlindungan kesehatan yang layak saat proses persalinan.

"Insya Allah ke depan kita akan adakan MoU melanjutkan yang sudah ada. Sekali lagi untuk mencegah kekerasan seksual, untuk mencegah seks bebas, untuk reproduksi, untuk membangun keluarga sakinah dan juga untuk mencegah darurat dalam kelahiran dan kematian," ujar Sodik.

Sementara itu, Assistant Representative UNFPA Verania Andria menyatakan kesiapan pihaknya untuk bekerja sama memberikan edukasi kesehatan reproduksi bagi generasi muda di Indonesia.

"Kami dengan senang hati bekerja sama dengan Baznas untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi remaja yang tentu saja akan diterapkan sesuai dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai budaya Indonesia dan juga peraturan yang berlaku," kata Verania.

Penulis :
Ahmad Yusuf