
Pantau - Pejabat Oman dan Iran menggelar pembicaraan mengenai prinsip kebebasan navigasi di Selat Hormuz sesuai hukum internasional di tengah perkembangan perundingan damai Iran dan Amerika Serikat.
Pertemuan berlangsung di Muscat antara Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi.
Kementerian Luar Negeri Oman menyatakan pembahasan dilakukan setelah Gharibabadi menyampaikan pesan dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi terkait situasi kawasan dan negosiasi Iran-AS yang dimediasi Pakistan.
Oman dan Iran Bahas Keamanan Jalur Pelayaran
Dalam pertemuan tersebut, kedua delegasi membahas prinsip-prinsip yang mengatur kebebasan navigasi di Selat Hormuz berdasarkan hukum internasional.
Mereka juga bertukar pandangan mengenai pentingnya penguatan kemampuan untuk menjamin keamanan pelayaran, perdagangan, dan rantai pasok global.
Pernyataan Kementerian Luar Negeri Oman menyebut kedua pihak turut membahas upaya memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz secara aman dan berkelanjutan.
Kesepakatan Damai Iran-AS Disebut Hampir Rampung
Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan nota kesepahaman potensial antara Iran dan Amerika Serikat mencakup penghentian perang di seluruh front, termasuk serangan Israel di Lebanon.
Laporan tersebut juga menyebut Washington akan melonggarkan sanksi terhadap minyak Iran selama proses perundingan berlangsung.
Jika kesepakatan tercapai, jumlah kapal yang diizinkan melintas di Selat Hormuz disebut akan dipulihkan ke tingkat sebelum konflik dalam waktu 30 hari.
Tasnim juga melaporkan Iran tetap menegaskan hak kedaulatannya atas Selat Hormuz dengan rincian kebijakan yang akan diumumkan kemudian.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan dan tinggal menunggu finalisasi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





