
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan stok uranium yang diperkaya milik Iran akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dimusnahkan atau dihancurkan di lokasi yang disepakati bersama Teheran.
“Uranium yang diperkaya itu akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dimusnahkan, atau lebih baik dimusnahkan di lokasi,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Senin.
Trump mengatakan proses pemusnahan uranium tersebut dapat dilakukan bersama Republik Islam Iran dan disaksikan Komisi Energi Atom atau lembaga setara lainnya.
Pernyataan itu muncul ketika pembicaraan terkait kesepakatan penghentian konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut semakin mendekati tahap akhir.
Pakistan Sebut Kesepakatan Iran dan AS Hampir Tercapai
Sebelumnya, Panglima Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir menyebut kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat hampir tercapai.
Pernyataan tersebut disampaikan Munir saat bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing di sela kunjungan resmi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif ke China.
Media pemerintah China melaporkan Munir memaparkan perkembangan terbaru terkait peran Pakistan dalam negosiasi untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Munir diketahui baru melakukan kunjungan ke Teheran pekan lalu untuk bertemu para pemimpin Iran membahas perkembangan situasi kawasan.
Menurut laporan tersebut, Pakistan siap melanjutkan segala upaya guna membantu tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Ia juga berharap China dapat memainkan peran lebih besar dalam proses diplomatik tersebut.
Ketegangan Iran dan AS Jadi Sorotan Dunia
Isu uranium Iran kembali menjadi perhatian internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pernyataan Trump terkait pemusnahan uranium Iran memicu sorotan karena berkaitan langsung dengan isu nuklir dan keamanan kawasan.
Sementara itu, sejumlah pihak terus mendorong penyelesaian diplomatik guna menghindari eskalasi konflik lebih luas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





