HOME  ⁄  Geopolitik

WMO Prediksi Suhu Global Dekati Rekor Tertinggi Hingga 2030, Risiko Melampaui Batas 1,5 Derajat Meningkat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

WMO Prediksi Suhu Global Dekati Rekor Tertinggi Hingga 2030, Risiko Melampaui Batas 1,5 Derajat Meningkat
Foto: foto: Gletser Sermeq Kujalleq yang terletak 80 km sebelah selatan Ibu Kota Nuuk terlihat meleleh akibat perubahan iklim dan pemanasan global di Greenland, Sabtu (11/9/2021). (sumber: ANTARAHannibal Hanschke)

Pantau - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melaporkan bahwa suhu rata-rata global diperkirakan tetap mendekati rekor tertinggi dalam periode lima tahun ke depan hingga 2030.

Prediksi Suhu dan Peluang Rekor Baru

Laporan WMO pada Kamis 28 Mei 2026 menegaskan bahwa tren pemanasan jangka panjang masih terus berlangsung.

Prediksi menunjukkan suhu global rata-rata tahunan pada periode 2026 sampai 2030 berada di kisaran 1,3 hingga 1,9 derajat Celsius di atas level pra-industri.

WMO memperkirakan peluang sebesar 91 persen bahwa setidaknya satu tahun antara 2026 hingga 2030 akan melampaui kenaikan 1,5 derajat Celsius dibanding era pra-industri.

Terdapat peluang 86 persen bahwa rekor suhu tertinggi yang tercatat pada tahun 2024 akan terlampaui dalam periode tersebut.

Fenomena El Nino yang merupakan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur berpotensi memicu rekor suhu baru pada tahun 2027.

Dampak dan Konteks Perjanjian Paris

Suhu global tahun 2024 tercatat 1,55 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan era pra-industri akibat pemanasan global yang semakin nyata di berbagai wilayah dunia.

Perjanjian iklim Paris menetapkan target pembatasan pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas level pra-industri untuk mencegah dampak iklim yang lebih parah.

Laporan menyebut bahwa meskipun satu tahun melewati batas 1,5 derajat Celsius tidak langsung menggugurkan target Paris, tren suhu ekstrem kini semakin sering terjadi.

Pemanasan global juga dilaporkan berlangsung lebih intens di kawasan Arktik dengan penurunan es laut di wilayah Laut Barents, Laut Bering, dan Laut Okhotsk.

Laporan ini disusun berdasarkan data dari berbagai lembaga prakiraan iklim dunia termasuk Badan Meteorologi Inggris Met Office.

Level pra-industri dijelaskan sebagai rata-rata suhu global bumi pada periode 1850 hingga 1900 sebelum aktivitas manusia dan pembakaran bahan bakar fosil menyebabkan pemanasan besar-besaran.

Batas 1,5 derajat Celsius disebut sebagai ambang penting karena berkaitan dengan risiko gelombang panas ekstrem, kenaikan permukaan laut, kekeringan, badai lebih kuat, gagal panen, dan kerusakan ekosistem.

Penulis :
Arian Mesa