HOME  ⁄  Geopolitik

Kaja Kallas Sebut Selat Hormuz dalam Situasi “Ganjil” di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Rusia-Ukraina

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kaja Kallas Sebut Selat Hormuz dalam Situasi “Ganjil” di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Rusia-Ukraina
Foto: Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas. (sumber: ANTARA/Dursun Aydemir)

Pantau - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut situasi di Selat Hormuz berada dalam kondisi “ganjil” antara perang dan damai dalam pertemuan informal para menteri luar negeri Uni Eropa di Yunani, ungkapnya.

Selat Hormuz dalam Sorotan Uni Eropa

Kallas menilai belum adanya kesepakatan resmi antara pihak-pihak yang berkonflik membuat kawasan tersebut tidak sepenuhnya berada dalam kondisi damai maupun perang.

Situasi di Selat Hormuz disebut menjadi perhatian penting dalam pembahasan kebijakan luar negeri Uni Eropa.

Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut.

Pembahasan Timur Tengah dan Rusia-Ukraina

Selain Selat Hormuz, para menteri luar negeri Uni Eropa juga membahas situasi di Timur Tengah secara lebih luas dalam pertemuan di Yunani.

Isu perang Rusia-Ukraina turut menjadi agenda utama dalam pembahasan kebijakan luar negeri Uni Eropa.

Pembahasan tersebut dilakukan untuk merespons dinamika keamanan global yang dinilai semakin kompleks.

Seruan Stabilitas dan Kerja Sama Internasional

Kaja Kallas menegaskan bahwa kebebasan navigasi di Selat Hormuz merupakan kepentingan semua pihak.

Ia memperingatkan bahwa gangguan terhadap jalur pelayaran tersebut berdampak besar dan menimbulkan biaya ekonomi tinggi.

Uni Eropa menyerukan agar semua pihak yang berkonflik segera mencapai kesepakatan damai serta memperkuat kerja sama internasional untuk meredakan ketegangan.

Uni Eropa menilai stabilitas kawasan sangat penting bagi keamanan global dan kelancaran perdagangan internasional.

Penulis :
Shila Glorya