HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang dan Filipina Siapkan Negosiasi Pakta Intelijen Militer di Tengah Meningkatnya Ketegangan Kawasan Indo-Pasifik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Jepang dan Filipina Siapkan Negosiasi Pakta Intelijen Militer di Tengah Meningkatnya Ketegangan Kawasan Indo-Pasifik
Foto: lustrasi - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. (sumber: ANTARA/HO-Kyodo)

Pantau - Jepang dan Filipina diperkirakan akan mengumumkan rencana dimulainya negosiasi formal pembentukan pakta berbagi intelijen militer di Tokyo sebagai langkah memperkuat kerja sama pertahanan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas aktivitas militer Tiongkok.

Agenda Pertemuan Pemimpin di Tokyo

Pertemuan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dijadwalkan berlangsung di Tokyo untuk membahas peningkatan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis komprehensif sebagai tingkat tertinggi kedua setelah aliansi.

Kedua negara yang sama-sama merupakan sekutu dekat Amerika Serikat itu dalam beberapa tahun terakhir terus memperkuat kerja sama keamanan di kawasan Indo-Pasifik melalui berbagai kesepakatan pertahanan dan latihan militer bersama.

Ketegangan Kawasan dan Kerangka Kerja Sama Pertahanan

Peningkatan kerja sama tersebut didorong oleh ketegangan maritim di Laut China Timur dan Laut China Selatan termasuk klaim Tiongkok atas Kepulauan Senkaku yang dikuasai Jepang serta sejumlah insiden dengan kapal Filipina.

Rencana pakta yang dikenal sebagai General Security of Military Information Agreement akan mewajibkan kedua negara melindungi informasi militer yang dibagikan agar tidak bocor dan memperkuat kepercayaan keamanan bilateral.

Jepang sebelumnya telah memiliki perjanjian serupa dengan Australia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat serta telah memperkuat kerja sama pertahanan dengan Filipina melalui acquisition and cross servicing agreement dan reciprocal access agreement.

Filipina juga menjadi penerima program bantuan keamanan resmi Jepang sejak tahun fiskal 2023 yang menyediakan peralatan pertahanan bagi negara mitra di kawasan.

Kerja sama ini berlangsung di tengah tantangan global termasuk gangguan pasokan energi internasional serta bertepatan dengan peringatan 70 tahun normalisasi hubungan diplomatik Jepang dan Filipina.

Penulis :
Leon Weldrick