
Pantau - Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap empat entitas dan tiga individu yang terkait dengan pemukim ekstremis Israel atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan sistematis terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Keputusan tersebut diumumkan Dewan Uni Eropa pada Kamis di Brussel sebagai bagian dari langkah pembatasan terhadap pihak-pihak yang dinilai terlibat dalam kekerasan dan pengusiran paksa warga Palestina.
Salah satu individu yang masuk dalam daftar sanksi adalah Daniella Weiss, Direktur Gerakan Permukiman Nachala, yang menurut Dewan Uni Eropa berperan dalam mendorong dan memfasilitasi tindakan yang menyebabkan pengusiran paksa warga Palestina.
Sanksi Menyasar Individu dan Organisasi Pendukung Permukiman
Dewan Uni Eropa menyatakan individu dan organisasi yang dikenai sanksi berkontribusi terhadap kekerasan di Tepi Barat melalui pendirian atau dukungan terhadap pos-pos permukiman ilegal.
Mereka juga disebut melobi penghancuran properti milik warga Palestina yang berujung pada pengusiran paksa komunitas setempat dan perampasan aset warga.
Sebagai bagian dari sanksi, individu dan entitas yang masuk daftar akan dikenai larangan bepergian serta pembekuan aset.
Dewan Uni Eropa juga melarang penyediaan dana maupun sumber daya ekonomi kepada pihak-pihak yang terkena sanksi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Uni Eropa Perluas Sanksi terhadap Hamas
Selain menjatuhkan sanksi kepada pihak yang terkait dengan pemukim ekstremis Israel, Uni Eropa juga memperluas langkah pembatasannya terhadap Hamas dan Jihad Islam Palestina.
Dalam pernyataan terpisah, Dewan Uni Eropa mengumumkan penambahan 10 anggota Biro Politik Hamas ke dalam daftar sanksi.
Dengan penambahan terbaru tersebut, total langkah pembatasan dalam kerangka kebijakan itu kini berlaku terhadap 21 individu dan tiga entitas.
Uni Eropa menilai permukiman Israel tetap menjadi salah satu hambatan utama dalam proses perundingan damai Palestina-Israel.
Sejak konflik Palestina-Israel kembali pecah pada Oktober 2023, kekerasan yang melibatkan pemukim terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat dilaporkan semakin sering terjadi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





