
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menganugerahkan Medali Dag Hammarskjöld secara anumerta kepada dua personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat bertugas pada tahun 2025 dalam rangka Hari Internasional Penjaga Perdamaian pada 5 Juni mendatang.
Penghargaan untuk Personel Indonesia yang Gugur
Penghargaan tersebut akan diberikan oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres kepada dua personel Indonesia, yakni Kopral Dua Eko Prambudi Santoso yang bertugas di Misi Stabilisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo yang bertugas di Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).
Empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada awal tahun ini juga akan menerima Medali Dag Hammarskjöld pada upacara tahun depan.
Pernyataan Sekjen PBB dan Situasi Misi Perdamaian
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas di tengah meningkatnya ketegangan global.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan politik dan pendanaan yang konsisten dari negara-negara anggota PBB serta menyatakan bahwa serangan terhadap personel perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Saat ini lebih dari 50.000 personel perdamaian dari 118 negara terlibat dalam 11 misi PBB di berbagai wilayah konflik, sementara Indonesia menjadi kontributor terbesar keenam dengan hampir 2.000 personel militer dan polisi termasuk 156 perempuan.
PBB akan memberikan penghargaan tersebut kepada total 68 personel dari unsur militer, polisi, dan sipil yang gugur saat menjalankan tugas perdamaian di berbagai misi dunia.
- Penulis :
- Arian Mesa





