HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Tegaskan Kesepakatan Final dengan Amerika Serikat Bergantung pada Perubahan Sikap Washington

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Tegaskan Kesepakatan Final dengan Amerika Serikat Bergantung pada Perubahan Sikap Washington
Foto: (Sumber : Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. ANTARA/Xinhua/aa..)

Pantau - Pemerintah Iran menyatakan tercapainya kesepakatan final dengan Amerika Serikat bergantung pada kesediaan Washington menghentikan tuntutan yang dianggap berlebihan serta meninggalkan sikap yang dinilai bertentangan dalam proses perundingan yang sedang berlangsung.

Iran Soroti Sikap Amerika Serikat

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran pada Jumat (29/5/2026) dengan mengutip Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Keterangan itu muncul setelah percakapan telepon antara Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi.

"Menjelaskan situasi seputar proses diplomatik yang dimediasi oleh Pakistan, Araghchi menekankan bahwa tercapainya kesepakatan akhir bergantung pada AS dengan mengakhiri tuntutan berlebihan dan meninggalkan posisi yang kontradiktif," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

Iran menilai keberhasilan proses diplomatik sangat ditentukan oleh perubahan pendekatan yang diambil Amerika Serikat dalam perundingan.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan sejumlah isu penting terkait program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum menemukan titik temu.

Meski demikian, Trump mengungkapkan Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan mengenai beberapa isu lain yang dianggap kurang krusial.

Konflik dan Perundingan Masih Berlangsung

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil di wilayah Iran.

Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan sebagai langkah awal meredakan konflik.

Perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan yang jelas antara kedua pihak.

Di tengah proses diplomasi tersebut, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberikan kesempatan kepada Iran menyusun proposal perdamaian.

Selat Hormuz Masih Menjadi Isu Krusial

Selain program nuklir, pembahasan mengenai Selat Hormuz tetap menjadi salah satu isu utama dalam negosiasi kedua negara.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi akses penting perdagangan energi dunia.

Hingga kini, blokade Amerika Serikat terhadap Iran masih berlangsung meski upaya diplomasi dan perundingan damai terus dilakukan.

Penulis :
Ahmad Yusuf