
Pantau - Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, Badan Energi Internasional (IEA), dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperingatkan krisis berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi mengganggu perekonomian global akibat terganggunya pasokan energi, ketahanan pangan, dan aktivitas ekonomi di berbagai negara.
Peringatan tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat (29/5) di Washington, Amerika Serikat.
“Perang di Timur Tengah menimbulkan dampak yang besar dan sangat asimetris terhadap pasokan energi, ketahanan pangan, dan aktivitas ekonomi di berbagai negara dan wilayah,” demikian bunyi pernyataan bersama keempat lembaga tersebut.
Pasokan Minyak Global Terancam
IMF, Bank Dunia, IEA, dan WTO menyebut negara-negara rentan menjadi pihak yang paling terdampak akibat lonjakan harga bahan bakar dan pupuk yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Namun, dampak krisis juga diperkirakan akan dirasakan negara-negara di Belahan Bumi Utara apabila gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut.
“Persediaan minyak global sedang berkurang dengan kecepatan mencapai rekor sebagai respons terhadap hilangnya pasokan besar-besaran melalui Selat Hormuz,” ungkap keempat lembaga tersebut.
Mereka menilai penyusutan cadangan minyak global menjelang puncak permintaan musim panas dapat meningkatkan risiko terhadap keamanan pasokan energi dan stabilitas pasar internasional.
Lembaga Internasional Siapkan Koordinasi
Keempat organisasi internasional itu berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan memperkuat koordinasi dalam mendukung negara-negara yang terdampak krisis.
Mereka juga menegaskan upaya bersama akan difokuskan untuk menjaga stabilitas ekonomi global di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.
Krisis ini bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Meski Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April, perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang jelas.
Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang berdampak pada arus perdagangan dan pelayaran di kawasan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





