
Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana konflik antara AS dan Iran akan berakhir, meski menilai situasi saat ini bergerak ke arah yang diinginkan Washington.
Vance Sebut Situasi Masih Sangat Rumit
Vance menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah podcast bersama tokoh media Joe Rogan pada Rabu (15/7).
"Saya tidak tahu persis ke mana situasi ini akan berkembang, tetapi saya pikir pada dasarnya kami berada di jalur yang benar. Hanya saja prosesnya akan sangat rumit dan akan diwarnai banyak kemajuan maupun kemunduran," ungkap Vance.
Ia menolak menjawab bagaimana dirinya secara pribadi akan menangani konflik tersebut dan menyebut tugasnya adalah memberikan masukan kepada Presiden AS Donald Trump.
"Tugas saya adalah memberikan saran terbaik kepada Presiden Amerika Serikat. Saya rasa beliau sudah menyampaikan sedikit mengenai seperti apa saran tersebut," ujarnya.
Vance mengatakan Amerika Serikat saat ini menggabungkan tekanan ekonomi dengan berbagai insentif sambil melakukan perundingan dengan pihak-pihak yang dinilai lebih pragmatis dalam kepemimpinan Iran untuk mengarahkan situasi ke hasil yang lebih menguntungkan.
Konflik Memanas di Selat Hormuz
Militer AS telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran sejak 8 Juli.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah.
Pada Minggu, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan campur tangannya di kawasan tersebut setelah kembali terjadi saling serang antara kedua negara.
Pada 13 Juli, Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz serta kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





