HOME  ⁄  Geopolitik

Amerika Serikat Lumpuhkan Kapal Kargo Menuju Iran di Teluk Oman dalam Penegakan Blokade Laut

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Amerika Serikat Lumpuhkan Kapal Kargo Menuju Iran di Teluk Oman dalam Penegakan Blokade Laut
Foto: (Sumber: Ilustrasi Selat Hormuz. /ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Amerika Serikat dilaporkan melumpuhkan sebuah kapal kargo curah berbendera Gambia yang sedang berlayar menuju pelabuhan Iran di Teluk Oman sebagai bagian dari penegakan blokade laut terhadap Iran.

Informasi tersebut disampaikan Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command atau CENTCOM) pada Sabtu, 30 Mei 2026.

"Pasukan Amerika Serikat yang beroperasi di Teluk Oman menegakkan langkah-langkah blokade dengan melumpuhkan sebuah kapal berbendera Gambia yang berupaya berlayar menuju pelabuhan Iran," ungkap CENTCOM dalam pernyataannya.

Kapal yang menjadi sasaran diketahui bernama "Lian Star" dan berjenis kapal kargo curah.

Menurut CENTCOM, kapal tersebut diduga mengabaikan sejumlah peringatan yang telah diberikan oleh pihak Amerika Serikat.

Rudal Hellfire Hantam Ruang Mesin Kapal

Setelah peringatan tidak diindahkan, sebuah pesawat militer Amerika Serikat menembakkan rudal Hellfire ke ruang mesin kapal.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada ruang mesin sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Hingga laporan disampaikan, kapal "Lian Star" masih terombang-ambing di perairan Teluk Oman.

Insiden terjadi di jalur strategis yang menjadi akses penting menuju Selat Hormuz dan pelabuhan-pelabuhan Iran.

Ketegangan AS-Iran Masih Berlanjut

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban sipil.

Pada 7 April 2026, kedua pihak mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan sebagai upaya meredakan konflik.

Upaya diplomasi kemudian dilanjutkan melalui perundingan di Islamabad.

Namun perundingan tersebut berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan yang jelas.

Setelah proses diplomasi mengalami kebuntuan, Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata dan memberikan waktu bagi Iran untuk menyusun proposal perdamaian.

Meski demikian, langkah penegakan blokade laut masih terus berlangsung di kawasan Teluk Oman dan jalur pelayaran menuju Iran.

Penulis :
Gerry Eka