HOME  ⁄  Geopolitik

Menhan AS Pete Hegseth Tegaskan Blokade Laut terhadap Iran di Selat Hormuz Masih Berlaku

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menhan AS Pete Hegseth Tegaskan Blokade Laut terhadap Iran di Selat Hormuz Masih Berlaku
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Amerika Serikat dan Iran. ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan bahwa blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran di Selat Hormuz masih tetap berlaku di tengah ketegangan yang berlanjut antara Washington dan Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth kepada wartawan di sela-sela Dialog Shangri-La, forum keamanan internasional yang berlangsung di Singapura, pada Sabtu, 30 Mei 2026.

"Blokade itu masih tetap berlaku," ungkap Hegseth.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memberikan sinyal bahwa blokade angkatan laut terhadap Iran kemungkinan akan dicabut.

Pada Jumat, 29 Mei 2026, Trump menulis di media sosial bahwa blokade terhadap Iran akan dicabut, namun keputusan akhir akan ditentukan dalam pertemuan di Situation Room Gedung Putih.

Iran Kritik Kebijakan Amerika Serikat

Dari pihak Iran, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengkritik kebijakan Washington yang tetap mempertahankan blokade laut.

Rezaei menuduh Trump mengkhianati upaya diplomasi dengan tetap memberlakukan pembatasan tersebut sekaligus mengajukan tuntutan yang dinilai berlebihan dalam perundingan dengan Iran.

Ketegangan kedua negara meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026.

Menurut laporan yang beredar, lebih dari 3.000 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Gencatan Senjata Belum Akhiri Ketegangan

Pada 8 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan sebagai langkah awal meredakan konflik.

Upaya diplomasi kemudian dilanjutkan melalui perundingan lanjutan di Islamabad.

Namun perundingan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan yang jelas terkait penyelesaian konflik maupun pencabutan pembatasan terhadap Iran.

Meski tidak ada pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali konflik terbuka, Amerika Serikat mulai menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Selat Hormuz menjadi titik strategis dalam ketegangan tersebut karena merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar global.

Jalur tersebut menjadi rute utama distribusi minyak dan berbagai komoditas energi dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara.

Penulis :
Gerry Eka