
Pantau - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa agenda resmi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto pada pekan tersebut hanya ke Prancis dan tidak mencakup kunjungan ke negara lain.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons spekulasi mengenai kemungkinan kunjungan Presiden Prabowo ke Italia selama lawatan luar negerinya.
Qodari mengatakan, "Sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis."
Menurutnya, apabila dalam perjalanan terdapat rencana kunjungan ke negara lain, hal tersebut masih sebatas rencana hingga diumumkan secara resmi oleh pemerintah.
Qodari mengatakan, "Bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah."
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis sebelumnya telah diumumkan Menteri Luar Negeri Sugiono pada 22 April 2026.
Lawatan tersebut merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya.
Fokus Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Teknologi
Salah satu tujuan utama kunjungan adalah mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis.
Kerja sama pertahanan menjadi salah satu agenda utama yang dibahas kedua negara.
Fokus kerja sama tersebut mencakup penguatan transfer teknologi setelah Indonesia memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan dari Prancis.
Pemerintah Indonesia ingin memastikan hubungan dengan Prancis tidak hanya terbatas pada pembelian produk dan alutsista, tetapi juga mencakup pengembangan teknologi.
Selain sektor pertahanan, kedua negara juga memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, khususnya ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Pemerintah juga menargetkan peningkatan kerja sama pada sektor energi dan pemanfaatan mineral kritis.
Hubungan Personal Dinilai Perkuat Diplomasi
Qodari menilai hubungan personal yang kuat antara Prabowo dan Emmanuel Macron menjadi modal sosial penting dalam memperkuat hubungan kedua negara.
Ia mengatakan, "Kita semua mengetahui bahwa ada hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara dan modal sosial itu tidak kalah penting dibandingkan modal ekonomi maupun politik dalam membangun hubungan baik dan kerja sama antarnegara."
Selain Macron, Qodari juga menyinggung hubungan baik Prabowo dengan sejumlah pemimpin dunia lainnya seperti Vladimir Putin, Donald Trump, dan Xi Jinping.
Menurutnya, hubungan tersebut dapat mendukung penguatan kerja sama internasional Indonesia di berbagai bidang.
Qodari mengatakan, "Semua ini tentu kita merasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi saat ini maupun pada masa depan."
Pemerintah menegaskan bahwa fokus utama lawatan Presiden Prabowo ke Prancis adalah memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan, pendidikan, energi, teknologi, dan hubungan strategis jangka panjang.
- Penulis :
- Gerry Eka





