
Pantau - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki keunikan dalam hubungan internasional karena mampu menjalin relasi yang baik dengan sejumlah pemimpin negara adidaya, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Presiden China Xi Jinping.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari dalam jumpa pers Persiapan PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Jakarta pada Minggu.
Menurut Qodari, hubungan baik yang dimiliki Prabowo dengan para pemimpin dunia tersebut dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
Qodari mengatakan, "Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik, mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar adidaya, beliau punya hubungan yang baik dengan Presiden Putin dari Rusia, dengan Presiden Donald Trump dari AS maupun dengan Xi Jinping dari RRC."
Ia menilai relasi tersebut dapat mendukung berbagai kepentingan nasional Indonesia baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Qodari mengatakan, "Semua ini tentu kita merasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi pada hari ini maupun pada konteks masa depan."
Hubungan Personal Dinilai Jadi Modal Sosial Strategis
Qodari menjelaskan bahwa hubungan personal antarkepala negara merupakan bagian dari modal sosial yang memiliki nilai strategis dalam hubungan internasional.
Menurutnya, modal sosial memiliki peran penting dalam membangun kerja sama dan hubungan baik antarnegara.
Qodari mengatakan, "Kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan modal-modal yang lain, baik itu modal ekonomi maupun modal politik dalam hal membangun hubungan baik dan kerja sama antar negara."
Ia menilai hubungan personal yang kuat dapat menjadi fondasi untuk memperluas komunikasi dan meningkatkan kepercayaan antara negara-negara mitra.
Dukung Diplomasi, Perdagangan, dan Investasi
Qodari menegaskan bahwa modal sosial yang dimiliki Prabowo di tingkat global diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi internasional.
Selain itu, hubungan tersebut dinilai berpotensi mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan berbagai negara mitra.
Menurutnya, relasi personal yang baik dengan para pemimpin dunia juga dapat membuka peluang bagi kerja sama strategis di berbagai sektor.
Qodari menilai aset diplomatik tersebut penting bagi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
- Penulis :
- Gerry Eka





