
Pantau - Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan operasi militer Israel di Lebanon merupakan situasi yang sangat mengkhawatirkan dan mendorong pemerintah Prancis meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas perkembangan konflik tersebut.
Barrot menilai operasi militer Israel yang terus berlangsung di wilayah Lebanon berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.
"Tidak ada yang dapat membenarkan operasi militer yang berkepanjangan di Lebanon dan pendudukan wilayah Lebanon yang semakin dalam," katanya.
Menurutnya, tindakan Israel di Lebanon merupakan sebuah kesalahan besar.
Prancis menilai aktivitas militer Israel yang berlanjut di luar perbatasannya dengan Lebanon dapat memicu eskalasi yang lebih luas di kawasan.
Selain menyoroti konflik di Lebanon, Barrot juga mendesak Iran dan Amerika Serikat segera mencapai kesepakatan guna menurunkan ketegangan di Timur Tengah.
Ia menilai hubungan antara Teheran dan Washington memiliki dampak langsung terhadap stabilitas kawasan dan kondisi ekonomi global.
"Konsekuensi dari penutupan Selat Hormuz dirasakan setiap hari, di pompa bensin, dan secara lebih umum lewat dampaknya pada ekonomi global dan ekonomi Prancis," ujarnya.
Pemerintah Prancis juga masih mempertimbangkan pembentukan misi yang bertujuan menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Menurut Barrot, perencanaan misi tersebut terus berkembang seiring berlangsungnya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan peluncuran serangan berskala besar di wilayah Beaufort Ridge dan Wadi al-Salouqi di Lebanon selatan.
Juru bicara militer Israel, Ella Waweya, mengklaim operasi tersebut bertujuan menghancurkan infrastruktur teroris dan menargetkan kelompok militan.
Operasi itu disebut sebagai penetrasi militer Israel terdalam ke wilayah Lebanon sejak penarikan pasukan Israel dari negara tersebut pada tahun 2000.
Pemerintah Lebanon menilai serangan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga mengancam warisan budaya negara.
Menteri Kebudayaan Lebanon, Ghassan Salameh, menuduh tentara Israel sengaja menargetkan Kastil Beaufort yang merupakan salah satu situs bersejarah penting di negara itu.
Menurut Salameh, kastil tersebut mengalami kerusakan parah akibat serangan.
Ia juga menyebut serangan Israel menghancurkan pasar komersial bersejarah, perpustakaan umum, serta sejumlah situs arkeologi di distrik Bint Jbeil dan Nabatieh.
"Lebanon selatan berisiko kehilangan sebagian dari memori sejarah dan budayanya jika serangan terhadap situs arkeologi terus berlanjut," katanya.
Prancis memandang perkembangan situasi ini memerlukan perhatian dan respons segera dari komunitas internasional melalui forum Dewan Keamanan PBB.
- Penulis :
- Gerry Eka





