
Pantau - Uni Eropa mempertimbangkan pemberian sanksi terhadap sejumlah pejabat senior Israel menyusul penahanan aktivis armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang dicegat di perairan internasional.
Rencana tersebut tercantum dalam rancangan dokumen akhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa yang dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Juni 2026, sebagaimana dilaporkan media Politico.
Para duta besar negara anggota Uni Eropa dijadwalkan membahas kemungkinan penerapan langkah pembatasan terhadap pejabat senior pemerintahan Israel dalam pertemuan yang digelar pekan ini.
Uni Eropa Kecam Perlakuan terhadap Aktivis
Dalam rancangan dokumen tersebut, Dewan Eropa menyampaikan kecaman atas perlakuan terhadap para aktivis yang ditahan setelah pencegatan armada Global Sumud.
“Dewan Eropa mengecam perlakuan buruk terhadap para tahanan setelah pencegatan Armada Global Sumud (GSF) di perairan internasional,” demikian bunyi dokumen yang dikutip Politico.
Dokumen itu juga mengusulkan agar pembahasan mengenai langkah pembatasan terhadap sejumlah menteri Israel terus dilanjutkan.
“mengundang Dewan Uni Eropa untuk melanjutkan pembahasan mengenai langkah-langkah pembatasan terhadap para menteri ekstremis yang menghasut dan mendorong terjadinya pelanggaran hak asasi manusia semacam itu,” tertulis dalam dokumen tersebut.
Seorang pejabat Uni Eropa yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan keputusan akhir akan ditentukan setelah seluruh negara anggota menyampaikan pandangannya.
“Kami harus mendengarkan posisi semua pihak sebelum mencapai kesepakatan akhir,” ungkap pejabat tersebut.
Penahanan Aktivis Jadi Sorotan
Laporan itu menyebut Republik Ceko telah menyatakan penolakan terhadap rencana pemberian sanksi kepada Israel.
Perdebatan muncul setelah beredarnya video yang dirilis Kepala Otoritas Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang memperlihatkan pasukan keamanan Israel menahan sejumlah aktivis Global Sumud.
Dalam video tersebut, para aktivis terlihat dipaksa berlutut, menundukkan wajah ke lantai, dan diborgol.
Pihak Global Sumud kemudian melaporkan sekitar 30 kasus patah tulang di kalangan aktivis serta menuduh pasukan Israel melakukan tindakan pelecehan selama proses penahanan.
Global Sumud Bawa Bantuan untuk Gaza
Global Sumud Flotilla merupakan konvoi kemanusiaan internasional yang melibatkan puluhan kapal sipil dari berbagai negara untuk menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza.
Misi tersebut diikuti ratusan relawan yang terdiri dari aktivis kemanusiaan, tenaga medis, jurnalis, hingga politisi internasional.
Bantuan yang dibawa mencakup makanan berprotein tinggi, air bersih, susu, dan berbagai kebutuhan medis darurat.
Armada tersebut bertujuan menembus blokade laut menuju Gaza sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





