HOME  ⁄  Geopolitik

Rubio Tegaskan Rencana Israel Kuasai 70 Persen Gaza Tidak Masuk Usulan Perdamaian AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rubio Tegaskan Rencana Israel Kuasai 70 Persen Gaza Tidak Masuk Usulan Perdamaian AS
Foto: (Sumber : Arsip - Sejumlah warga berada dalam pelarian setelah tentara Israel meminta mereka untuk meninggalkan bangunan sekolah tempat terakhir mereka mencari perlindungan, Jabalia, Jalur Gaza utara, Palestina, Sabtu (19/10/2024). (ANTARA/Xinhua/Mahmoud Zaki/aa.).)

Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan rencana Israel untuk menguasai 70 persen wilayah Jalur Gaza bukan bagian dari proposal Pemerintah Amerika Serikat dalam upaya mengakhiri konflik yang berlangsung di wilayah Palestina tersebut.

AS Bantah Dukung Penguasaan 70 Persen Wilayah Gaza

Pernyataan itu disampaikan Rubio saat memberikan kesaksian di hadapan Komite Anggaran DPR AS pada Selasa (2/6) ketika menjawab pertanyaan anggota DPR dari Partai Demokrat, Rosa DeLauro.

"Kami memiliki rencana. Rencana itu tidak mencakup hal tersebut," kata Rubio.

Saat kembali didesak mengenai pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengarahkan militer Israel untuk mengambil alih 70 persen wilayah Gaza, Rubio menegaskan, "Dia membuat pernyataan itu, tetapi itu bukan bagian dari rencana ini."

Dalam sidang tersebut, DeLauro menilai pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengabaikan krisis kemanusiaan di Gaza dan belum menjalankan rencana perdamaian yang telah disusun.

Rubio membantah tudingan tersebut.

"Tidak, tidak ada yang melupakannya," ungkap Rubio.

"Tidak ada operasi tempur aktif seperti yang kita lihat beberapa bulan lalu, tetapi ini masih merupakan tantangan yang akan kita atasi," lanjutnya.

Pemerintah AS Dorong Demiliterisasi Hamas

Rubio menjelaskan pemerintah AS saat ini sedang mengupayakan pembentukan pasukan stabilisasi internasional untuk Gaza dengan syarat Hamas bersedia melakukan demiliterisasi.

"Tidak ada yang akan menginvestasikan uang di Gaza sampai Hamas melakukan demiliterisasi, karena mereka tahu akan ada perang lagi," ujarnya.

Tahap pertama rencana perdamaian yang didukung Presiden Trump mencakup penghentian permusuhan, penarikan sebagian pasukan Israel, pertukaran sandera dan tahanan, serta pembukaan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Sementara tahap kedua meliputi pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional, pelucutan senjata Hamas, penarikan penuh pasukan Israel, dan pembentukan pemerintahan sementara yang dijalankan komite teknokratis Palestina.

Rubio juga menegaskan Presiden Trump menolak perubahan status secara sepihak di Tepi Barat yang berpotensi menghambat proses perdamaian.

"Presiden telah menyatakan dengan jelas dan berulang kali, dia tidak mendukung perubahan ini, atau hanya perubahan status di Tepi Barat, hal itu berpotensi mempersulit kemampuan kita untuk menyelesaikan kesepakatan di Gaza," kata Rubio.

Ia menambahkan sikap tersebut juga telah disampaikan langsung kepada pemerintah Israel sebagai bagian dari upaya menjaga peluang tercapainya kesepakatan damai di kawasan.

Penulis :
Aditya Yohan