
Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan target Israel untuk menguasai 70 persen wilayah Jalur Gaza bukan bagian dari rencana yang disusun Washington guna mengakhiri konflik Israel-Hamas dan membangun kembali wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Rubio dalam sidang dengar pendapat di hadapan anggota parlemen Amerika Serikat pada Selasa (2/6).
"Kami memiliki rencana -- dan rencana itu tidak mencakup hal tersebut," kata Rubio.
Rubio menjelaskan Amerika Serikat tetap menginginkan Gaza berada di bawah pemerintahan yang tidak dikendalikan oleh Hamas setelah konflik berakhir.
"Dan pada akhirnya, kami paham bahwa yang kami inginkan, dan saya rasa juga yang pada akhirnya diinginkan oleh pihak Israel, adalah Gaza yang diperintah oleh (entitas) non-Hamas," ujarnya.
Pernyataan Rubio Tanggapi Target Netanyahu
Penegasan Rubio muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan peningkatan kendali militer Israel di Jalur Gaza.
Netanyahu pada 28 Mei 2026 menyatakan telah menginstruksikan militer Israel untuk meningkatkan penguasaan wilayah Gaza dari 60 persen menjadi 70 persen.
Langkah tersebut menjadi bagian dari operasi militer yang masih berlangsung di wilayah kantong Palestina itu.
Pernyataan Netanyahu memicu perhatian internasional terkait arah kebijakan Israel di Gaza pascakonflik.
AS Siapkan Rencana Akhiri Konflik
Rubio mengatakan Amerika Serikat telah menyiapkan draf rencana berisi 20 poin yang ditujukan untuk mengakhiri konflik Israel-Hamas sekaligus mendukung proses rekonstruksi Gaza.
Namun, menurut dia, perluasan penguasaan wilayah Gaza hingga 70 persen oleh Israel tidak termasuk dalam rancangan tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat saat ini terus mendorong penyelesaian konflik yang dapat menghasilkan stabilitas jangka panjang serta pemerintahan Gaza yang tidak lagi berada di bawah kendali Hamas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





