HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Minta Israel Tarik Pasukan dari Lebanon dan Suriah, Netanyahu Soroti Zona Keamanan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Minta Israel Tarik Pasukan dari Lebanon dan Suriah, Netanyahu Soroti Zona Keamanan
Foto: (Sumber :Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/am..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mulai menarik pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon dalam percakapan telepon yang berlangsung pekan lalu, menurut laporan Axios yang mengutip pejabat AS dan Israel.

Permintaan tersebut disampaikan karena Trump menilai keberadaan pasukan Israel di Suriah dapat memicu ketegangan dan meningkatkan risiko eskalasi konflik di kawasan.

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan Netanyahu menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya mempertahankan zona keamanan di sepanjang perbatasan Israel.

“Perdana Menteri, di pihaknya, menyampaikan perlunya zona keamanan di sepanjang perbatasan Israel,” demikian pernyataan kantor Netanyahu.

AS Dorong Kesepakatan Keamanan Baru

Laporan tersebut menyebut percakapan Trump dan Netanyahu berlangsung sehari setelah Presiden AS bertemu Presiden Transisi Suriah Ahmed al-Sharaa.

Pemerintahan Trump disebut telah berupaya selama beberapa bulan terakhir untuk memediasi kesepakatan keamanan baru antara Israel dan Suriah.

Upaya tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Suriah selatan yang diwarnai aksi protes terhadap kehadiran Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan bentrokan di sejumlah wilayah.

Israel Pertahankan Konsep Keamanan

Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan kehadiran pasukan Israel di zona penyangga Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza merupakan bagian dari konsep keamanan baru.

Menurut pemerintah Israel, kebijakan tersebut bertujuan mencegah penyusupan kelompok militan ke wilayah Israel seperti yang terjadi pada serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Laporan mengenai permintaan Trump tersebut bersumber dari Sputnik dan dikutip oleh Axios berdasarkan keterangan pejabat Amerika Serikat serta Israel.

Penulis :
Aditya Yohan