
Pantau - Impor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari Rusia ke negara-negara Uni Eropa meningkat 21 persen secara tahunan pada Mei 2026 menjadi 2,267 miliar meter kubik, berdasarkan analisis data lembaga riset energi Bruegel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah impor LNG Rusia sempat mengalami penurunan secara bulanan pada April 2026.
Sebelumnya, impor LNG Rusia ke Uni Eropa mencetak rekor tertinggi pada Maret 2026 dengan volume mencapai 2,459 miliar meter kubik, yang menjadi level tertinggi sejak Bruegel mulai mencatat data pada 2019.
Pada April, volume impor turun 11,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebelum kembali meningkat pada Mei.
Impor Januari-Mei Tumbuh 19 Persen
Data Bruegel menunjukkan total impor LNG Rusia oleh Uni Eropa selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 11,243 miliar meter kubik.
Angka tersebut meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan impor terjadi di tengah dinamika pasokan energi global yang masih dipengaruhi kondisi geopolitik dan perubahan sumber pasokan energi di kawasan Eropa.
Pasokan Timur Tengah Turun Drastis
Sementara itu, pasokan LNG dari Timur Tengah tercatat nihil pada Mei 2026 akibat penghentian produksi di Qatar.
Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, impor LNG Uni Eropa dari kawasan Timur Tengah merosot lebih dari 50 persen menjadi 2,601 miliar meter kubik.
Impor LNG dari kawasan Amerika, termasuk Amerika Serikat dan Trinidad dan Tobago, mencapai 7,098 miliar meter kubik pada Mei atau turun 14 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pasokan LNG dari Afrika juga mengalami penurunan sebesar 18 persen menjadi 1,466 miliar meter kubik.
Data tersebut menunjukkan Rusia masih menjadi salah satu pemasok LNG utama bagi Uni Eropa di tengah perubahan komposisi sumber energi global dan upaya diversifikasi pasokan yang dilakukan negara-negara anggota blok tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





