HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan Udara Israel Tewaskan Brigadir Jenderal Lebanon di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Serangan Udara Israel Tewaskan Brigadir Jenderal Lebanon di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh
Foto: Kerusakan parah di sebuah alun-alun setelah tentara Israel mundur dari desa Dibbin di Kegubernuran Nabatiyeh, menyusul serangan hebat di Lebanon selatan pada 4 Juni 2026. Beberapa bangunan hancur total akibat serangan Israel (sumber: Ramiz Dallah - Anadolu Agency)

Pantau - Sejumlah tentara Lebanon, termasuk seorang perwira tinggi berpangkat brigadir jenderal, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah kendaraan militer di jalan Khardali–Nabatieh, Lebanon selatan, di tengah masih berlakunya gencatan senjata yang rapuh antara kedua pihak.

Militer Lebanon menyampaikan informasi mengenai serangan tersebut melalui platform X pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Militer Lebanon tidak merinci jumlah pasti personel yang menjadi korban dalam serangan tersebut.

Brigadir Jenderal dan Sopir Dipastikan Tewas

Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (National News Agency/NNA), seorang brigadir jenderal Angkatan Darat Lebanon dan sopirnya dipastikan tewas dalam serangan tersebut.

NNA menyatakan, "Seorang perwira Angkatan Darat Lebanon berpangkat brigadir jenderal dan sopirnya tewas dalam serangan udara yang menargetkan kendaraan roda empat yang mereka tumpangi di jalan Khardali-Jarmaq (sebuah wilayah di Nabatieh)."

Serangan itu disebut menghantam kendaraan militer Lebanon yang sedang melintas di kawasan tersebut.

Ketegangan Perbatasan Masih Berlangsung

Insiden terbaru terjadi ketika berbagai upaya diplomatik terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan gencatan senjata dan mencegah konflik kembali meluas.

Meski terdapat kesepakatan penghentian sementara permusuhan, militer Israel disebut masih terus melakukan serangan di wilayah Lebanon.

Situasi keamanan di perbatasan Israel-Lebanon juga dilaporkan tetap tegang meskipun gencatan senjata masih berlaku.

Menurut pejabat Lebanon, dampak konflik dan serangan Israel sejak 2 Maret sangat besar.

Data pemerintah Lebanon mencatat lebih dari 3.550 orang tewas dan lebih dari 10.800 lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai serangan yang terjadi sejak awal Maret 2026.

Tewasnya seorang brigadir jenderal Lebanon beserta sopirnya dalam serangan terbaru ini menambah daftar korban di tengah upaya internasional untuk menjaga stabilitas dan mempertahankan gencatan senjata di kawasan tersebut.

Penulis :
Leon Weldrick