HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu Iran Abbas Araghchi Kritik Presiden Lebanon Joseph Aoun soal Pernyataan Peran Teheran di Lebanon

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menlu Iran Abbas Araghchi Kritik Presiden Lebanon Joseph Aoun soal Pernyataan Peran Teheran di Lebanon
Foto: Arsip foto - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menghadiri Pertemuan ke-51 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang diselenggarakan dengan tema, “Organisasi Kerja Sama Islam di Dunia yang Berubah” di Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Lutfi Kirdar di Istanbul, Turkiye, pada 21 Juni 2025 (sumber: Anadolu Agency)

Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik Presiden Lebanon Joseph Aoun setelah pernyataannya mengenai peran Iran di Lebanon memicu respons keras dari Teheran, Sabtu, 6 Juni 2026.

Araghchi menyampaikan kritik tersebut melalui unggahan di platform media sosial X sebagai tanggapan langsung terhadap wawancara Aoun dengan CNN yang membahas Iran dan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Menurut Araghchi, pernyataan Aoun menimbulkan kesan bahwa Iran bertanggung jawab atas berbagai persoalan yang sedang dihadapi Lebanon.

Ia menilai anggapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan dan menolak tudingan yang mengaitkan Teheran dengan kondisi internal Lebanon.

Araghchi Tolak Tudingan terhadap Iran

Dalam unggahannya, Araghchi menulis, "Berdasarkan komentar Bapak Aoun, orang akan mengira bahwa Iran-lah yang menduduki seperlima wilayah Lebanon, mengusir seperempat rakyat Lebanon, dan membombardir negaranya setiap hari."

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk penolakan Iran terhadap pandangan yang dianggap menyalahkan Teheran atas berbagai masalah di Lebanon.

Araghchi juga membantah anggapan bahwa Lebanon digunakan Iran sebagai alat tawar-menawar dalam berbagai negosiasi internasional.

Ia mengungkapkan, "Seandainya Lebanon memang menjadi kartu tawar bagi Iran, kami pasti sudah mencapai kesepakatan sejak lama."

Dalam pesannya, Araghchi turut mendesak Presiden Lebanon untuk lebih memusatkan perhatian pada pihak yang disebutnya sebagai "musuh sebenarnya" bagi Lebanon.

Respons atas Wawancara Presiden Lebanon

Kritik Araghchi muncul setelah Joseph Aoun memberikan wawancara kepada CNN yang membahas pengaruh Iran dan IRGC dalam konteks situasi Lebanon.

Pernyataan Aoun kemudian memicu tanggapan dari pemerintah Iran dan memperlihatkan perbedaan pandangan yang semakin jelas antara Beirut dan Teheran.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan perkembangan politik dan keamanan di Timur Tengah yang terus menjadi perhatian kedua negara.

Hubungan Iran dan Lebanon juga menjadi salah satu isu penting dalam dinamika kawasan di tengah ketegangan regional yang masih berlangsung.

Polemik ini menyoroti perbedaan persepsi antara pemerintah Lebanon dan Iran mengenai posisi serta peran Teheran di Lebanon serta memperlihatkan meningkatnya sensitivitas hubungan diplomatik kedua negara.

Penulis :
Arian Mesa