HOME  ⁄  Geopolitik

CENTCOM Klaim AS Cegat Rudal dan Drone Iran yang Mengarah ke Selat Hormuz dan Kawasan Teluk

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

CENTCOM Klaim AS Cegat Rudal dan Drone Iran yang Mengarah ke Selat Hormuz dan Kawasan Teluk
Foto: (Sumber : Arsip foto - Komando Pusat AS (CENTCOM) membagikan foto-foto Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln yang berlayar di Laut Arab. Gugus tersebut terlihat berlayar di Laut Arab, didampingi oleh dua kapal pasokan militer dan dua kapal Penjaga Pantai AS. Jet tempur dari Sayap Udara Kapal Induk ke-9 terbang di atasnya. Anadolu Agency/US CENTCOM/Handout/pri..)

Pantau - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS berhasil mencegat sejumlah rudal balistik dan drone Iran yang diluncurkan menuju Selat Hormuz serta negara-negara di kawasan Teluk pada 5 Juni 2026.

AS Klaim Gagalkan Serangan Rudal Iran

Dalam pernyataannya, CENTCOM mengungkapkan bahwa rudal dan drone yang diluncurkan Iran berhasil dihadang sebelum mencapai target yang dituju.

“Pasukan Amerika Serikat mencegat sejumlah rudal balistik dan drone Iran yang diluncurkan menuju Selat Hormuz dan negara-negara tetangga di kawasan Teluk pada 5 Juni,” demikian pernyataan CENTCOM.

Menurut CENTCOM, Iran menembakkan tujuh rudal balistik ke arah Kuwait dan Bahrain.

Enam rudal disebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan, sementara satu rudal lainnya tidak mencapai sasaran.

Tidak Ada Korban dan Bantah Klaim Iran

CENTCOM menegaskan hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian yang dialami personel militer Amerika Serikat akibat insiden tersebut.

Lembaga militer AS itu juga membantah klaim Iran terkait serangan terhadap fasilitas militer Amerika di Bahrain.

“Klaim Iran bahwa mereka telah merusak markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain adalah tidak benar,” ungkap CENTCOM.

Selain itu, CENTCOM menyatakan pasukannya tetap berada dalam kondisi siaga untuk merespons perkembangan situasi keamanan di kawasan.

CENTCOM menambahkan bahwa pasukannya tetap siap menghadapi apa yang disebut sebagai “agresi Iran” di wilayah tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan