HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Klaim Persediaan Rudal Iran Tinggal 21 Persen Setelah Serangan AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Klaim Persediaan Rudal Iran Tinggal 21 Persen Setelah Serangan AS
Foto: (Sumber : Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengadakan konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, Minggu (26/4/2026). (ANTARA/Anadolu Agency/pri).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim Iran telah kehilangan sebagian besar kapasitas produksi rudal dan pesawat nirawak setelah serangkaian serangan, sehingga persediaan rudal negara tersebut kini hanya tersisa sekitar 21 hingga 22 persen.

Trump menyampaikan klaim tersebut dalam cuplikan wawancara dengan NBC News yang dirilis pada Jumat (5/6), menjelang penayangan penuh wawancara pada Minggu (7/6).

"Sebagian besar pabrik drone telah dilumpuhkan, sebagian besar landasan luncur telah dilumpuhkan, dan sebagian besar wilayah produksi misil telah dilumpuhkan," ungkap Trump.

Kapasitas Militer Iran Diklaim Menurun

Meski mengklaim kemampuan militer Iran telah berkurang drastis, Trump mengatakan Teheran masih memiliki persenjataan yang dapat digunakan.

"Mereka masih punya rudal, begitu pula drone. Kalau berdasarkan presentase, mungkin 21-22 persen dari rudal mereka. Masih banyak, tetapi tak sebanyak saat kami dahulu menyerang mereka," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik yang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran sejak pecah pada 28 Februari 2026.

Trump juga menilai Iran belum menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri konflik karena sikap yang menurutnya masih keras dalam proses negosiasi.

Trump Sebut Iran Tidak Punya Banyak Pilihan

Saat ditanya alasan Iran belum menyepakati perjanjian damai, Trump menyebut pemerintah Iran masih bersikap sombong meski berada dalam tekanan.

"Mereka sombong dan ada hal-hal yang mereka pikir tak akan mereka lakukan, tetapi pada akhirnya harus mereka lakukan. Mereka tak punya pilihan dan ini perlu waktu," katanya.

Trump juga menanggapi pertanyaan mengenai kegagalannya mencapai kesepakatan yang lebih baik setelah menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir Iran pada masa jabatan pertamanya.

"Orang-orang tersebut sudah berperang selama 47 tahun," ungkap Trump.

Wawancara lengkap Trump dengan NBC News dijadwalkan tayang pada Minggu (7/6) dan diperkirakan akan memuat penjelasan lebih lanjut terkait konflik serta negosiasi antara Washington dan Teheran.

Penulis :
Aditya Yohan