
Pantau - Amerika Serikat dilaporkan sedang menyiapkan serangan militer berskala lebih besar ke Iran dengan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah, menurut laporan The Washington Post yang mengutip seorang pejabat AS.
AS Tingkatkan Kehadiran Militer di Timur Tengah
Laporan Wall Street Journal menyebutkan Amerika Serikat kembali mengerahkan pesawat tempur dan pesawat pengisi bahan bakar tambahan dari Eropa ke Timur Tengah.
Seorang pejabat AS yang mengetahui pembahasan internal pemerintahan Presiden Donald Trump mengungkapkan, "AS sedang merencanakan perang yang lebih luas."
Namun, laporan tersebut menyebut kemampuan AS untuk melancarkan operasi militer berskala besar dibatasi oleh menipisnya persediaan amunisi.
Ketegangan Kembali Meningkat Meski Ada Nota Kesepahaman
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melaporkan dua tentaranya tewas di Yordania dan beberapa jenazah tak dikenal ditemukan di wilayah tersebut.
Seorang tentara AS juga dilaporkan tewas di Irak akibat serangan drone Iran.
Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni 2026 untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Namun, Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada 8 Juli 2026 dengan alasan merespons tindakan Iran terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Iran menyatakan serangan tersebut melanggar kesepakatan yang telah dicapai dan kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Aditya Yohan





