
Pantau - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan dua kapal tanker minyak meledak saat berusaha melintasi jalur di selatan Selat Hormuz pada Senin dini hari dan menuding militer Amerika Serikat (AS) memaksa kedua kapal menggunakan rute yang disebut tidak aman.
Iran Tuding AS Bertanggung Jawab
IRGC menyebut kedua kapal tanker tersebut berupaya melintasi jalur pelayaran di bawah tekanan dan paksaan dari militer AS sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan setelah terjadi ledakan.
IRGC juga kembali memperingatkan bahwa selama agresi AS di kawasan masih berlangsung, jalur tersebut tidak akan aman bagi pengiriman pupuk, minyak, maupun gas.
Selain itu, IRGC menyatakan militer AS harus bersiap menghadapi pembalasan atas tindakan yang disebut sebagai tindakan ilegal dan melanggar hukum.
Penyebab Ledakan Belum Terverifikasi
Sebelumnya, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO) melaporkan adanya kapal yang terbakar sekitar delapan mil laut di barat laut Kumzar, Oman.
UKMTO menyatakan penyebab kebakaran tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Februari lalu yang kemudian dibalas Iran dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS.
AS dan Iran sebelumnya sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan mendorong perdamaian jangka panjang.
Namun, ketegangan kembali meningkat dalam sepekan terakhir akibat sengketa di Selat Hormuz yang memicu aksi saling serang antara kedua negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan





