HOME  ⁄  Geopolitik

Kuwait Sebut Serangan Iran ke Fasilitas Listrik dan Air Picu Kebakaran serta Ganggu Pasokan Energi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kuwait Sebut Serangan Iran ke Fasilitas Listrik dan Air Picu Kebakaran serta Ganggu Pasokan Energi
Foto: (Sumber :Arsip foto - Asap membubung setelah sebuah pesawat nirawak (UAV) asal Iran melancarkan serangan terhadap depot bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait di Kota Kuwait, Kuwait, pada 25 Maret 2026. ANTARA/Stringer - Anadolu Agency / pri..)

Pantau - Pemerintah Kuwait menyatakan serangan yang dituding dilakukan Iran kembali menghantam pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air untuk kedua kalinya dalam dua hari terakhir sehingga memicu kebakaran dan mengganggu produksi listrik nasional.

Serangan Picu Kebakaran dan Ganggu Listrik

Kementerian Kelistrikan, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait menyatakan serangan yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) memicu kebakaran di sejumlah bagian fasilitas sehingga rencana tanggap darurat langsung diaktifkan.

Tim pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api, sementara tim teknis dan petugas tanggap darurat berupaya memulihkan unit pembangkit listrik yang terdampak serta menstabilkan jaringan listrik nasional.

Kementerian juga mengimbau masyarakat mengurangi konsumsi listrik selama proses pemulihan guna meringankan beban sistem ketenagalistrikan.

Sebelumnya, Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyatakan ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah negara itu disebabkan sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh.

Bahrain Klaim Cegat Serangan Udara Iran

Serangan terbaru terjadi setelah fasilitas listrik dan air di Kuwait juga menjadi sasaran pada Sabtu (18/7/2026), yang menurut otoritas Kuwait dilakukan oleh Iran.

Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sejumlah serangan udara Iran yang menargetkan wilayah negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Angkatan Pertahanan Bahrain menyebut Iran terus melanjutkan tindakan bermusuhan melalui serangan yang menyasar warga sipil dan menilainya sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.

Ketegangan kawasan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan sejumlah gelombang serangan terhadap Iran dengan alasan melemahkan kemampuan negara tersebut mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta fasilitas milik Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Penulis :
Ahmad Yusuf