HOME  ⁄  Geopolitik

China Mendesak Amerika Serikat Mencabut Sanksi terhadap Perusahaan dan Warganya Terkait Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Mendesak Amerika Serikat Mencabut Sanksi terhadap Perusahaan dan Warganya Terkait Iran
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Bendera China dan Amerika Serikat. (ANTARA/Xinhua).)

Pantau - Pemerintah China mendesak Amerika Serikat (AS) segera mencabut sanksi terkait Iran yang dikenakan terhadap sejumlah perusahaan dan warga negara China karena dinilai mengganggu perdagangan serta pertukaran ekonomi normal antarnegara.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Huang Ling mengatakan Beijing menolak sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional maupun otorisasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

"China telah berulang kali dengan tegas menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional maupun otorisasi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB)," kata Huang Ling dalam konferensi pers, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Huang, AS tetap menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan dan warga China terkait dugaan keterlibatan dengan Iran meskipun Beijing telah berulang kali menyampaikan keberatan.

Beijing Sebut Sanksi Ganggu Perdagangan dan Energi

China menyatakan sanksi sepihak AS mengganggu alur perdagangan dan pertukaran ekonomi normal di antara negara-negara terkait.

Huang juga menyebut kebijakan tersebut mengganggu keamanan energi global dan kestabilan pasokan.

Pemerintah China mendesak AS memperbaiki kebijakan tersebut dan mencabut sanksi terhadap perusahaan serta warga negaranya yang terdampak.

Beijing menegaskan akan membela hak dan kepentingan sah perusahaan serta warga China.

AS Jatuhkan Sanksi Terkait Iran

Amerika Serikat pada Juli 2026 mengumumkan sanksi terhadap enam individu dan entitas di empat negara, termasuk China, karena dituduh berperan mendukung Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan jaringan transportasi utama Iran, Mahan Air.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya AS mengisolasi Iran dari sistem keuangan global di tengah perang antara kedua negara yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Ketegangan terkait sanksi juga terjadi bertepatan dengan kunjungan balasan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat setelah Presiden AS Donald Trump berkunjung ke Beijing pada Mei 2026.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026