
Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengakui serangan militer AS kemungkinan secara tidak sengaja mengenai warga sipil di tengah laporan serangan terhadap pesta pernikahan di Sirik, Hormozgan, Iran, yang menewaskan lima orang dan melukai sekitar 70 lainnya.
Vance menyampaikan pernyataan tersebut pada Kamis (3/9/2026), setelah pihak berwenang Iran melaporkan pesta pernikahan menjadi sasaran serangan AS pada Selasa malam (1/9/2026).
"AS tidak pernah mengincar warga sipil dalam pertempuran. Kami tidak akan pernah melakukan itu. Kami juga tidak mungkin melakukannya. Namun, sayangnya, jelas, sesuatu mungkin terjadi. Saat militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar dari kesalahan itu agar dapat memperbaiki diri," kata Vance.
Vance mengatakan AS sedang menyelidiki insiden tersebut untuk mengetahui lebih lanjut mengenai serangan yang dilaporkan mengenai warga sipil.
Iran Laporkan Lima Orang Tewas
Pihak berwenang Iran menyatakan serangan terhadap upacara pernikahan di Sirik, Hormozgan, menyebabkan lima orang meninggal dunia dan sekitar 70 orang terluka berdasarkan data terbaru.
Insiden itu terjadi ketika AS melancarkan rangkaian serangan besar-besaran terhadap sejumlah sasaran di Iran pada Selasa malam.
Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan operasi tersebut menargetkan fasilitas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Sasaran serangan mencakup sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, dan fasilitas komunikasi.
Iran Balas Serang Infrastruktur Militer AS
Iran kemudian membalas operasi militer tersebut dengan menyerang infrastruktur militer AS di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Pengakuan Vance mengenai kemungkinan kesalahan serangan muncul ketika konflik AS-Iran masih berlangsung dan kedua pihak melakukan serangan terhadap sasaran masing-masing.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




