HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan Israel di Jalur Gaza Menewaskan Tujuh Warga Palestina dalam 24 Jam

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Serangan Israel di Jalur Gaza Menewaskan Tujuh Warga Palestina dalam 24 Jam
Foto: (Sumber :Arsip foto - Serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan 910 warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Anadolu Agency/pri.)

Pantau - Tujuh warga Palestina tewas dan 31 lainnya terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, menurut Kementerian Kesehatan Gaza pada Rabu, 2 September 2026.

Korban dalam serangan tersebut telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit yang berada di wilayah Jalur Gaza.

"Selama 24 jam terakhir, tujuh jasad dievakuasi ke rumah sakit di seluruh Jalur Gaza. Sebanyak 31 lainnya mengalami luka," demikian keterangan Kementerian Kesehatan Gaza.

Kementerian tersebut menyebut masih terdapat korban yang terjebak di bawah reruntuhan akibat serangan.

Tim ambulans dan pertahanan sipil hingga kini belum dapat menjangkau sebagian korban yang berada di bawah reruntuhan tersebut.

Korban Sejak Gencatan Senjata Capai 1.334 Orang

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025 telah mencapai 1.334 orang.

Dalam periode yang sama, sebanyak 4.429 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Kementerian Kesehatan Gaza juga mencatat jasad 815 orang yang sebelumnya tewas dalam operasi Israel telah dievakuasi dari reruntuhan di Jalur Gaza.

Tim Penyelamat Belum Menjangkau Seluruh Korban

Proses penanganan korban masih menghadapi kendala karena tim ambulans dan pertahanan sipil belum dapat mencapai seluruh lokasi reruntuhan.

Kondisi tersebut menyebabkan jumlah korban yang masih berada di bawah reruntuhan belum seluruhnya dapat diketahui dan dievakuasi.

Data mengenai korban terbaru disampaikan Kementerian Kesehatan Gaza di tengah berlanjutnya serangan Israel setelah gencatan senjata mulai diberlakukan pada Oktober 2025.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026