HOME  ⁄  Geopolitik

Hamas Mendesak Dewan Perdamaian Tekan Israel Hentikan Serangan di Gaza

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Hamas Mendesak Dewan Perdamaian Tekan Israel Hentikan Serangan di Gaza
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pasukan Hamas. ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Hamas mendesak mediator dan negara-negara penjamin memberikan tekanan maksimal kepada pemerintah Israel untuk menghentikan serangan di Jalur Gaza setelah serangan pada Selasa (1/9/2026) dilaporkan menewaskan tiga orang dan melukai delapan lainnya.

Hamas menyatakan telah berkonsultasi dengan para mediator serta Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza Nickolay Mladenov terkait serangan tersebut.

"Gerakan Hamas mengecam keras operasi militer Zionis di Kota Gaza hari ini yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan warga sipil Palestina," kata Hamas dalam pernyataan, Selasa.

Dalam komunikasinya dengan mediator dan Mladenov, Hamas juga mengecam berbagai serangan dan penembakan yang "menyebabkan sejumlah warga gugur dan terluka."

Israel Sebut Serangan untuk Hilangkan Ancaman

Angkatan bersenjata Israel (IDF) menyatakan telah menyerang sejumlah target di Gaza pada Selasa dengan alasan untuk menghilangkan ancaman.

Otoritas Gaza awalnya melaporkan satu orang meninggal dunia dan beberapa warga mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Direktur Rumah Sakit Al-Shifa Mohammed Abu Salmiya kemudian menyatakan jumlah korban mencapai tiga orang meninggal dunia dan delapan lainnya terluka.

Hamas meminta para mediator dan negara penjamin mendorong Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai sebelumnya.

Israel dan Hamas Masih Berselisih soal Gencatan Senjata

Israel dan Hamas mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza pada 9 Oktober 2025 melalui mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki.

Kesepakatan tersebut kemudian difinalisasi dalam KTT Sharm el-Sheikh pada 13 Oktober 2025.

Kesepakatan mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera di Gaza dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina, peningkatan bantuan kemanusiaan, serta penarikan pasukan Israel secara bertahap.

Implementasi kesepakatan itu belum sepenuhnya selesai karena kedua pihak masih berselisih mengenai urutan pelaksanaan langkah berikutnya.

Israel menuntut Hamas dilucuti terlebih dahulu sebelum penarikan pasukan lebih lanjut, sedangkan Hamas menuntut penghentian serangan Israel, penarikan pasukan, dan pemenuhan bantuan kemanusiaan terlebih dahulu.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026