
Pantau - Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menegaskan Lebanon menolak wilayah selatan negaranya dijadikan zona penyangga atau zona keamanan bagi Israel karena pertahanan dan rekonstruksi kawasan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah di Beirut.
Berri menyampaikan sikap tersebut pada Senin (31/8/2026) dalam peringatan wafatnya Imam Musa Al-Sadr.
"Selatan adalah bagian integral dari Lebanon, dan tanggung jawab atas pertahanannya, bersama dengan penduduknya, dan atas rekonstruksinya berada di tangan negara. Kami tidak akan menyetujui selatan menjadi zona penyangga atau zona keamanan," kata Berri.
Berri juga menegaskan Lebanon tidak boleh melepaskan hak untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya karena langkah tersebut dinilai sama dengan melepaskan kedaulatan negara.
Lebanon dan Israel Sepakati Kerangka Kesepakatan
Lebanon dan Israel sebelumnya menyepakati kerangka kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni 2026.
Kesepakatan tersebut menyerukan pemulihan kendali militer Lebanon atas wilayah selatan, pelucutan senjata Hizbullah, dan penarikan pasukan Israel dari zona percontohan yang telah disepakati.
Beirut Desak Serangan Israel Dihentikan
Pemerintah Lebanon bersikeras kemajuan lebih lanjut dalam pelaksanaan kesepakatan hanya dapat berlangsung apabila serangan Israel dihentikan dan pasukannya ditarik.
Israel mengaitkan implementasi kesepakatan dengan pelucutan senjata Hizbullah serta pemeliharaan jaminan keamanan di wilayah perbatasan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




