
Pantau - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan para pemimpin negara Islam untuk memperkuat persatuan menghadapi pihak yang disebutnya sebagai "musuh sejati", dengan menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang menentang persatuan dunia Islam.
Seruan tersebut disampaikan Khamenei melalui pesan dalam rangka "Pekan Persatuan Islam" pada Minggu, sebagaimana disiarkan televisi nasional Iran, IRIB.
"Rekomendasi berulang dan empati saya kepada para pemimpin negara Islam, khususnya di Asia Barat dan kawasan Teluk, adalah supaya mereka dapat melihat musuh sejati, memahami rencana musuh itu, dan melawannya," kata Khamenei.
Khamenei menilai persatuan umat Islam memiliki peran penting dalam mencapai tujuan yang disebutnya sebagai peradaban Islam.
Khamenei Tuding AS dan Israel Menentang Persatuan Islam
Dalam pesannya, Khamenei secara khusus menyebut Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang menjadi lawan persatuan dan persahabatan di antara negara-negara Islam.
"AS dan Israel adalah musuh sejati dari persatuan dan persahabatan ini," kata Khamenei.
Ia juga menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel bukan hanya menjadi musuh Iran, tetapi menurutnya juga merupakan musuh seluruh dunia Islam.
Ketegangan Iran dan AS Sempat Mereda melalui Kesepakatan
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke sejumlah negara tetangga yang memiliki aset militer AS.
Iran dan Amerika Serikat selanjutnya menyepakati gencatan senjata pada April sebelum menandatangani nota kesepahaman pada Juni untuk mengakhiri konflik militer dan mengupayakan perdamaian.
Kesepakatan tersebut kembali terganggu sejak bulan lalu setelah Iran dan Amerika Serikat saling melancarkan serangan selama dua pekan.
Presiden AS Donald Trump kemudian memerintahkan penghentian serangan sebagai bagian dari upaya membuka kembali dialog untuk menghentikan perang.
- Penulis :
- Gerry Eka




