
Pantau - Enam personel Angkatan Laut Artesh Iran tewas dalam serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada Selasa malam, 1 September 2026, di tengah meningkatnya konflik militer antara kedua negara.
Kantor berita semiresmi Iran, Mehr, melaporkan pada Kamis, 3 September 2026, bahwa tiga dari enam personel yang tewas merupakan pilot.
Ketiga pilot tersebut diidentifikasi sebagai Mojtaba Baqeri, Hamed Okati, dan Hossein Mahdavian.
Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour juga melaporkan jumlah korban akibat rangkaian serangan AS dalam beberapa hari terakhir.
Dalam unggahan di platform X pada Kamis, Kermanpour menyebut 18 orang tewas dan 142 lainnya terluka akibat serangan AS terhadap Iran pada periode 30 Agustus hingga 2 September 2026.
CENTCOM Sebut Serangan Menargetkan Militer Iran
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM pada Rabu pagi, 2 September 2026, mengumumkan pasukannya telah merampungkan gelombang serangan terhadap sejumlah sasaran militer Iran.
CENTCOM menyatakan pasukannya telah "berhasil menyelesaikan gelombang serangan terhadap target-target militer Iran."
Militer AS menyebut operasi tersebut dilakukan dengan alasan adanya "upaya serangan baru-baru ini oleh Korps Garda Revolusi Islam terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan personel militer Amerika."
Iran Membalas Serangan ke Pangkalan dan Aset AS
Iran merespons operasi militer tersebut dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan dan aset Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan.
Serangan balasan Iran menyasar aset AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, daerah semiotonom Kurdistan di Irak, serta Uni Emirat Arab.
Rangkaian serangan dan serangan balasan tersebut menandai berlanjutnya eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




