
Pantau - Liga Arab mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran segera mengambil langkah deeskalasi menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang dinilai berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan ekonomi kawasan.
Liga Arab Serukan Pengendalian Eskalasi
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit Fahmy menyerukan kedua negara segera meredakan konflik karena eskalasi yang terus berlanjut hanya akan menimbulkan kerugian lebih besar bagi semua pihak.
Ia juga memperingatkan situasi dapat menjadi tidak terkendali dan berujung pada kehancuran bersama serta memperburuk kondisi ekonomi di kawasan maupun wilayah sekitarnya.
Fahmy menegaskan Liga Arab menolak dan mengecam serangan Iran terhadap sejumlah negara Arab.
Menurutnya, negara-negara Arab sejak awal telah menentang perang dan tidak seharusnya menanggung dampak dari berlanjutnya maupun meningkatnya konflik.
Dorong Kembali ke Meja Perundingan
Fahmy menyerukan pemulihan ketenangan melalui pelaksanaan komitmen dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang telah ditandatangani AS dan Iran, termasuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz serta menghindari penggunaan jalur perairan tersebut sebagai alat tekanan atau "koersi ekonomi."
Ia menekankan seluruh pihak harus menahan diri dan mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil.
Fahmy juga menyatakan kembali ke meja perundingan dan melanjutkan dialog merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang belum terselesaikan.
AS dan Iran diketahui menandatangani MoU pada Juni 2026 yang mengatur rencana perundingan selama 60 hari guna mencapai kesepakatan akhir.
Namun, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir setelah kedua negara saling melancarkan serangan di berbagai wilayah Timur Tengah.
- Penulis :
- Aditya Yohan





