
Pantau - Iran menyatakan telah menerima usulan dari para mediator dan menegaskan saluran diplomatik tetap aktif di tengah berlanjutnya serangan balasan antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin.
Iran Tegaskan Komitmen pada Jalur Diplomasi
Baghaei tidak memberikan rincian lebih lanjut saat ditanya mengenai laporan usulan baru dari Qatar untuk menghidupkan kembali negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta gencatan senjata selama 10 hari.
Ia menegaskan aparat diplomatik Iran tetap menjalankan perannya di tengah respons militer terhadap serangan Amerika Serikat.
Baghaei mengungkapkan serangan Amerika Serikat terhadap infrastruktur sipil, termasuk jembatan dan pusat medis, merupakan pelanggaran terhadap "hak-hak masyarakat atas kehidupan, keamanan, dan martabat manusia."
Mengenai nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian yang ditandatangani pada 18 Juni, Baghaei mengatakan, "teks perjanjian tersebut sudah sangat jelas," serta menyebut Washington tidak memiliki alasan untuk melanggar komitmennya dalam kesepakatan tersebut.
Ia menambahkan Teheran berpegang pada prinsip "komitmen dibalas dengan komitmen" hingga Washington berulang kali melanggar kewajibannya, sehingga Iran menghentikan pelaksanaan komitmennya sendiri.
Ketegangan Militer Masih Berlanjut
Baghaei menegaskan Iran akan tetap menjalankan kedaulatannya atas Selat Hormuz dan mencegah segala bentuk "penyalahgunaan" yang dinilai merugikan kepentingan negaranya.
Dalam sepekan terakhir, Amerika Serikat melancarkan sejumlah gelombang serangan ke beberapa provinsi di Iran bagian selatan dengan alasan untuk melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah pangkalan serta fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
- Penulis :
- Aditya Yohan





