
Pantau - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Iran mendeteksi peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan dan telah bersiap menghadapi perkembangan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan setelah laporan Washington Post menyebut Amerika Serikat sedang mempersiapkan aksi militer skala besar terhadap Iran serta memperkuat kehadiran militernya di kawasan.
Iran Klaim Telah Antisipasi Langkah AS
Ghalibaf mengungkapkan, "Amerika terus-menerus membawa peralatan militer baru ke kawasan ini dan mengeklaim mereka mencoba menghentikan perang... Kami telah memahami sifat permainan AS, dan kami telah bersiap sesuai dengan itu."
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan Teheran saat ini terlibat dalam "perang skala penuh."
Pada 18 Juni malam, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang mengatur pengakhiran konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Ketegangan Kembali Meningkat
Sejak 8 Juli, pasukan Amerika Serikat dilaporkan melancarkan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selanjutnya menyatakan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku.
- Penulis :
- Aditya Yohan





