HOME  ⁄  Geopolitik

China Kecam Masuknya BYD, Alibaba, dan Baidu ke Daftar Perusahaan Militer Pentagon

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Kecam Masuknya BYD, Alibaba, dan Baidu ke Daftar Perusahaan Militer Pentagon
Foto: (Sumber : Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia..)

Pantau - Pemerintah China mengecam keputusan Amerika Serikat yang memasukkan sejumlah perusahaan besar seperti BYD, Alibaba, dan Baidu ke dalam daftar perusahaan yang dianggap mendukung militer China, seraya menyebut langkah tersebut sebagai tindakan diskriminatif terhadap bisnis asal Negeri Tirai Bambu.

Beijing Tolak Tuduhan dan Minta AS Perbaiki Kebijakan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan pemerintahnya menolak penggunaan alasan keamanan nasional untuk menargetkan perusahaan China.

“China dengan tegas menentang AS yang melampaui batas konsep keamanan nasional dan merumuskan berbagai jenis daftar diskriminatif untuk menargetkan bisnis Tiongkok,” ungkap Lin Jian.

Ia juga mendesak Washington mengubah kebijakan tersebut dan menghentikan tindakan yang dinilai merugikan perusahaan-perusahaan China.

“Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahannya, dan menghentikan penindasan yang tidak beralasan terhadap bisnis China. Kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan mereka yang sah dan sesuai hukum,” ujarnya.

Pentagon Perluas Daftar Perusahaan yang Dianggap Dukung Militer China

Departemen Pertahanan Amerika Serikat memperbarui daftar perusahaan militer China dengan memasukkan Alibaba, BYD, Baidu, serta sejumlah perusahaan lain seperti RoboSense Technology, Unitree Robotics, WuXi AppTec, CXMT, dan YMTC.

Daftar tersebut kini mencakup 188 perusahaan, meningkat dari 134 perusahaan pada 2025, dan menjadi dasar pembatasan kontrak langsung pemerintah AS dengan perusahaan-perusahaan terkait mulai akhir bulan ini serta pembelian produk atau jasa melalui pihak ketiga mulai 2027.

Pentagon menyatakan perusahaan dalam daftar tersebut dinilai dimiliki, dikendalikan, atau berkontribusi pada strategi penggabungan sektor sipil dan militer China, sementara perusahaan yang masuk daftar tetap memiliki kesempatan mengajukan permohonan penghapusan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis :
Aditya Yohan