HOME  ⁄  Ekonomi

AS Uji Layanan Percepatan Visa Turis dan Bisnis dengan Biaya Tambahan Rp13,5 Juta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Uji Layanan Percepatan Visa Turis dan Bisnis dengan Biaya Tambahan Rp13,5 Juta
Foto: (Sumber : Ilustrasi Visa. (ANTARA/HO-Imigrasi).)

Pantau - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat akan menawarkan layanan percepatan jadwal wawancara bagi pemohon visa turis dan bisnis dengan biaya tambahan sebesar 750 dolar AS atau sekitar Rp13,5 juta melalui program yang berlaku mulai 1 Juli hingga 31 Desember 2026.

Program Percepatan Wawancara Visa

Berdasarkan dokumen yang diterbitkan di Federal Register Amerika Serikat, biaya baru tersebut diterapkan untuk pemohon visa non-imigran kategori B1/B2 yang ingin memperoleh jadwal wawancara lebih cepat.

“Peraturan final sementara (TFR) ini untuk sementara mengubah Jadwal Biaya untuk Layanan Konsuler (Jadwal) untuk membuat biaya 750 dolar AS untuk janji temu wawancara visa non-imigran (NIV) B1/B2, bisnis dan pariwisata yang dipercepat,” demikian bunyi dokumen tersebut.

Dokumen itu juga menjelaskan, “Biaya baru ini akan memungkinkan pemohon visa B1/B2 yang membayar biaya tersebut untuk mendapatkan janji temu wawancara di kantor perwakilan terpilih dalam waktu sepuluh hari kerja.”

Berlaku Sementara dan Tidak Menjamin Visa Disetujui

Departemen Luar Negeri AS menyebut program percontohan ini diluncurkan menjelang penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Los Angeles 2028 serta setelah berlangsungnya Piala Dunia FIFA 2026.

Meski menawarkan percepatan jadwal wawancara, pembayaran biaya tambahan tersebut tidak menjamin permohonan visa akan disetujui atau diterbitkan.

Selama ini, waktu tunggu untuk memperoleh jadwal wawancara visa di sejumlah perwakilan AS dapat berlangsung beberapa bulan bahkan hingga lebih dari satu tahun.

Penulis :
Aditya Yohan