
Pantau - Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengadopsi resolusi yang menyerukan Iran untuk memberikan informasi mengenai persediaan uranium yang diperkaya serta membuka akses bagi verifikasi oleh lembaga tersebut di tengah berlanjutnya pengawasan terhadap program nuklir negara itu.
Resolusi Disetujui Mayoritas Anggota Dewan
Resolusi yang diadopsi pada Rabu itu memperoleh dukungan 21 suara, dengan tiga suara menolak dan 10 anggota memilih abstain.
Melalui resolusi tersebut, Dewan Gubernur IAEA mendesak Iran untuk memberikan informasi lengkap mengenai inventaris material nuklir dan desain fasilitas yang dimiliki serta memberikan akses yang diperlukan agar proses verifikasi dapat dilakukan.
Dewan juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi yang menyebut badan tersebut tidak memperoleh akses penuh selama hampir satu tahun untuk memverifikasi uranium yang diperkaya tinggi (high enriched uranium/HEU) dan uranium yang diperkaya rendah (low enriched uranium/LEU) yang sebelumnya telah dideklarasikan Iran.
IAEA Dorong Penyelesaian Melalui Jalur Diplomatik
Selain menyoroti kurangnya akses verifikasi, Dewan Gubernur IAEA menyatakan penyesalan atas berlanjutnya ketidakpatuhan Iran selama 12 bulan terakhir dalam memberikan informasi dan akses yang dibutuhkan terkait material nuklir yang telah dideklarasikan.
Resolusi tersebut juga mengingatkan kembali keputusan Dewan pada Juni 2025 yang menyatakan Iran gagal memberikan kerja sama penuh dan tepat waktu mengenai informasi material nuklir yang tidak dideklarasikan serta aktivitas di sejumlah lokasi yang belum diumumkan sejak 2019.
Di sisi lain, Dewan menegaskan kembali dukungannya terhadap penyelesaian melalui jalur diplomatik dan menyerukan Iran untuk terlibat secara serius tanpa prasyarat dalam pembicaraan yang bertujuan membangun kepercayaan internasional terhadap sifat damai program nuklirnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





