HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Laporkan 54 Awak Kapal Tewas dan 253 Kapal Hancur Sejak Konflik Maritim Memanas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran Laporkan 54 Awak Kapal Tewas dan 253 Kapal Hancur Sejak Konflik Maritim Memanas
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Selat Hormuz. ANTARA/Xinhua..)

Pantau - Iran melaporkan sebanyak 54 awak kapal tewas, 66 orang terluka, dan tujuh lainnya masih dinyatakan hilang akibat berbagai insiden maritim yang berkaitan dengan konflik dan pembatasan pelayaran, sebagaimana disampaikan dalam sidang Komite Kerja Sama Teknis Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization atau IMO).

Ratusan Kapal dan Fasilitas Maritim Terdampak

Dalam pidatonya pada sesi ke-76 Komite Kerja Sama Teknis IMO, perwakilan Iran menyebut insiden tersebut berdampak terhadap 360 kapal, termasuk 253 kapal yang tenggelam atau mengalami kerusakan total.

Menurut pemaparan Iran, konflik dan pembatasan maritim telah memengaruhi kapal, awak kapal, operasional pelabuhan, layanan pencarian dan penyelamatan, sistem tanggap darurat, layanan lalu lintas kapal, fasilitas komunikasi, hingga infrastruktur keselamatan pelayaran.

Iran juga melaporkan sebanyak 28 awak kapal sempat disandera selama periode tersebut, dengan lima orang di antaranya hingga kini masih ditahan.

Selain korban jiwa dan kerusakan kapal, perwakilan Iran menyebut empat gedung operasi maritim, empat stasiun kendali layanan lalu lintas kapal, dan delapan unit relai komunikasi mengalami kerusakan.

Iran Soroti Dampak Pembatasan Pelayaran terhadap Aktivitas Komersial

Dalam dokumen yang disampaikan kepada komite pada 8 Juni, Iran menyatakan kebijakan Amerika Serikat yang disebut sebagai “AS akan Memblokade Kapal yang Masuk atau Keluar dari Pelabuhan Iran” beserta berbagai pembatasan terkait telah mengganggu aktivitas pelayaran komersial.

Menurut dokumen tersebut, pembatasan itu turut memengaruhi akses menuju pelabuhan, perencanaan pelayaran, keselamatan navigasi, serta pergerakan kapal dan awak kapal di kawasan yang terdampak.

Penulis :
Aditya Yohan