HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Menutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu di Tengah Eskalasi Ketegangan dengan Amerika Serikat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Iran Menutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu di Tengah Eskalasi Ketegangan dengan Amerika Serikat
Foto: Arsip foto - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berpatroli di Selat Hormuz (sumber: Xinhua)

Pantau - Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas pelayaran hingga batas waktu yang belum ditentukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, sebagaimana disampaikan Otoritas Selat Teluk Persia Iran (Persian Gulf Strait Authority atau PGSA) melalui pernyataan yang diunggah di platform X pada Kamis, 11 Juni 2026.

Penutupan Selat Hormuz Diumumkan PGSA

PGSA menyatakan bahwa penutupan dilakukan sebagai respons terhadap eskalasi yang dipicu oleh tindakan militer Amerika Serikat dan pengumuman terbaru dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.

Otoritas tersebut mengungkapkan, “Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya karena meningkatnya ketegangan tersebut.”

PGSA juga meminta seluruh pihak yang telah memperoleh izin transit untuk bersabar dan menunggu pemberitahuan lebih lanjut mengenai operasional jalur pelayaran.

Kapal-kapal yang telah memperoleh izin melintas diminta menunggu arahan berikutnya sebelum melanjutkan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Ketegangan Memuncak Setelah Serangan Militer

Pengumuman penutupan dilakukan sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran mengulur-ulur proses perundingan dan menyatakan niat Amerika Serikat untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (United States Central Command atau CENTCOM) kemudian mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap Iran.

Iran merespons serangan tersebut dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat.

Ketegangan terbaru merupakan kelanjutan dari konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Kedua pihak sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April 2026 dan melanjutkan pembicaraan di Islamabad untuk mencari penyelesaian konflik.

Namun, perundingan tersebut tidak menghasilkan terobosan yang mampu menyelesaikan konflik antara kedua belah pihak.

Hingga pengumuman terbaru, Selat Hormuz tetap dinyatakan ditutup tanpa batas waktu yang telah ditetapkan.

Penulis :
Leon Weldrick