
Pantau - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer dan aset Amerika Serikat (AS) di Kuwait, Bahrain, dan Yordania sebagai respons atas dugaan "kejahatan" AS terhadap Iran, sebagaimana disampaikan melalui media resmi IRGC, Sepah News, pada Jumat (24/7).
IRGC Klaim Serangan di Sejumlah Negara
IRGC menyatakan pasukannya menghancurkan gudang amunisi AS berukuran besar di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, menggunakan drone kamikaze yang disebut "canggih dan sangat berat."
IRGC juga mengungkapkan serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas yang menampung personel militer AS di pangkalan tersebut hingga menimbulkan korban.
Selain itu, IRGC menyatakan operasi terhadap pusat data perusahaan AS, Amazon, di Bahrain telah diselesaikan dengan menghancurkan bangunan yang tersisa.
IRGC turut mengklaim berhasil menghancurkan tiga gudang amunisi dan perlengkapan militer AS di Kamp Al-Adiri, Kuwait, serta menyerang menara pengawas markas Armada Kelima AS di Bahrain yang disebut mengalami kerusakan parah.
Di Yordania, IRGC mengklaim melancarkan serangan "dahsyat" terhadap Pangkalan Udara Al-Azraq yang mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah pesawat tempur AS.
IRGC juga menyatakan barak yang menampung personel militer AS di pangkalan tersebut menjadi sasaran serangan sehingga menimbulkan korban.
Menurut IRGC, operasi mendadak juga dilakukan terhadap posisi militer AS di Erbil, Wilayah Kurdistan Irak, yang diklaim berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara Patriot, sebuah balon mata-mata, serta menyerang fasilitas tempat tinggal pasukan AS.
IRGC menambahkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sebuah rudal jelajah AS di atas Kahnuj County, Iran tenggara, pada Kamis (23/7) malam.
AS dan Iran Saling Sampaikan Klaim Operasi Militer
Sebelumnya, Angkatan Darat Iran menyatakan telah menyerang sejumlah pusat militer AS yang "penting" di Yordania dan Bahrain dalam rangkaian serangan drone terbaru.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui platform X menyatakan pasukannya telah "berhasil menyelesaikan serangan terhadap Iran selama 13 malam berturut-turut."
CENTCOM juga menyebut pasukan AS menyerang "pusat-pusat komando militer Iran, fasilitas penyimpanan drone, jaringan komunikasi, pos-pos pengawasan pesisir, dan kemampuan maritim untuk semakin mengurangi ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz."
Menurut data Kementerian Kesehatan Iran, sedikitnya 55 orang dilaporkan tewas dan 629 lainnya terluka akibat serangan AS ke wilayah Iran sejak 27 Juni.
Militer AS menyatakan serangan terhadap sejumlah provinsi di Iran selatan dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz dan bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial.
Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan rudal dan drone yang diklaim menargetkan pangkalan serta fasilitas militer AS di kawasan.
- Penulis :
- Gerry Eka





