HOME  ⁄  Geopolitik

Qatar dan Mediator Timur Tengah Siapkan Kesepakatan Iran-AS di Tengah Ketegangan Kawasan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Qatar dan Mediator Timur Tengah Siapkan Kesepakatan Iran-AS di Tengah Ketegangan Kawasan
Foto: (Sumber :Pejalan kaki melintas di bawah papan reklame raksasa anti-AS yang dipasang di Teheran di tengah berlanjutnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, pada 31 Agustus 2026 di Teheran, Iran. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency /pri.)

Pantau - Qatar bersama sejumlah negara mediator di Timur Tengah tengah mempersiapkan kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari mengatakan mediator berupaya memastikan unsur-unsur yang dibutuhkan tersedia hingga terbentuk "daya tawar yang diperlukan" bagi tercapainya kesepakatan.

"Inilah yang sedang kami kerjakan. Untuk memastikan bahwa elemen-elemen tersebut ada, dan bahwa kami mampu menempatkan elemen-elemen ini sebelum pengaruh diperlukan," kata Al-Ansari kepada CNN, Senin (7/9/2026).

Menurut Al-Ansari, pengaruh yang digunakan Iran dan AS pada akhirnya akan tercermin dalam ketentuan kesepakatan yang disusun.

Qatar Soroti Situasi Selat Hormuz

Al-Ansari turut mengkritik anggapan bahwa situasi yang terjadi di Selat Hormuz dapat menjadi kondisi normal baru.

Ia memperingatkan dampak negatif penutupan jalur perairan strategis tersebut dapat dirasakan secara luas.

Al-Ansari memperingatkan bahwa seluruh dampak negatif dari penutupan jalur air tersebut "akan segera sampai ke pintu Anda."

Pernyataan tersebut disampaikan ketika mediator regional berupaya membuka jalan bagi kesepakatan antara Teheran dan Washington.

Iran dan AS Sempat Hentikan Permusuhan

Ketegangan meningkat setelah AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan balasan.

Konflik sempat mereda setelah Teheran dan Washington menandatangani memorandum pada pertengahan Juni 2026 yang bertujuan menghentikan permusuhan.

Namun, penghentian konflik tersebut tidak berlangsung lama karena kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Upaya mediasi kini diarahkan untuk membangun kondisi yang memungkinkan Iran dan AS mencapai kesepakatan di tengah berlanjutnya ketegangan kawasan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026