HOME  ⁄  Geopolitik

Inggris Jajaki Kerja Sama dengan AS untuk Pulihkan Hubungan melalui Isu Selat Hormuz

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Inggris Jajaki Kerja Sama dengan AS untuk Pulihkan Hubungan melalui Isu Selat Hormuz
Foto: Andy Burnham menyampaikan pidato pertamanya sebagai perdana menteri Inggris di luar 10 Downing Street di London, Inggris, 20 Juli 2026. Pemimpin Partai Buruh Inggris, Andy Burnham, secara resmi menjadi perdana menteri Inggris pada Senin setelah Raja Charles III mengundangnya untuk membentuk pemerintahan.

Pantau - Inggris dilaporkan berupaya memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat yang sempat memburuk melalui pembahasan kerja sama pengamanan Selat Hormuz dan komitmen modernisasi angkatan bersenjata.

Kerja Sama Selat Hormuz Jadi Fokus Pembahasan

Laporan The Telegraph menyebut hubungan kedua negara sempat merenggang pada masa kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer setelah Inggris menolak mengerahkan kapal perang untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz meski mendapat permintaan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut laporan tersebut, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting berupaya memperbaiki hubungan dengan pemerintahan Trump melalui kerja sama menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz.

The Telegraph juga melaporkan Streeting telah menggelar pembicaraan dengan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth mengenai situasi di Selat Hormuz.

Kedua pejabat disebut membahas kemungkinan penyelenggaraan konferensi di London untuk membentuk koalisi internasional guna melindungi pelayaran di Selat Hormuz.

Komitmen Belanja Pertahanan Ikut Dibahas

Selain isu Selat Hormuz, Streeting dan Hegseth juga membahas komitmen belanja pertahanan Inggris untuk NATO.

Presiden Donald Trump sebelumnya beberapa kali mengkritik negara-negara Eropa karena dinilai memberikan kontribusi pertahanan yang rendah bagi NATO dan meminta peningkatan belanja pertahanan hingga 5 persen dari produk domestik bruto.

Laporan The Times pada Februari juga menyebut sejumlah petinggi NATO tidak puas terhadap lambatnya peningkatan komitmen belanja pertahanan Inggris.

Penulis :
Gerry Eka